Rabu, 26 Juli 2017

PART OF MY LIFE
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi, PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


Masa depan kita ditentukan oleh :
1. Siapa teman kita,
2. Apa organisasi kita, 
3. Buku apa yang kita baca, 
4. Intangibel Capital yang berupa niat, azam, ghirah, doa dan kemauan. Sebagaimana dalam Al Qur'an Allah berfirman : Wa fii anfusikum afalaa tubsirun

Bahwa dalam diri manusia mempunyai potensi yang luar biasa. Semua manusia dibekali Allah dengan potensi yang sama, bedanya ada pada seberapa optimal manusia menggali dan memanfaatkn potensi tersebut. Seperti dalam Qs. An Nahl : 78.

Dunia ini tidak akan berwarna manakala hanya ada satu jenis makhluk , yakni manusia yang berjenis kelamin laki-laki / perempuan. Akan tetapi, dunia ini lebih indah dan berwarna jika kedua makhluk sejenis tadi ada. Yakni adanya perempuan dan laki-laki. Keduanya harus ada, untuk saling mengisi dan saling melengkapi.

Pada dasarnya, Allah SWT melebihkan laki-laki dalam hal fisik dan akal. Mengapa? Karena tanggungjawab yang diemban oleh laki-laki jauh lebih besar dan berat daripada wanita. Yuk mari kita lihat beberapa hal yang menunjukkan kekuatan fisik laki-laki. 
1. Seperti dulu ketika perang, laki-laki muslim diwajibkan Allah untuk ikut berperang (berjihad). Sedangkan sunnah untuk perempuan.
2. Memperbaiki genteng yang rusak, membangun rumah dsb hal itu merupakan tugas dari laki-laki.
3. Bekerja mencari nafkah, menghidupi anak dan istrinya merupakan tugas dan kewajiban dari seorang laki-laki. Istri bekerja hanyalah membantu saja, yang wajib ialah laki-laki.
4. Angkat mengangakat barang biasanya dilakukan oleh laki-laki. Contohnya adat jawa. Ketika sinoman manten, yang mengangkat baki ialah laki-laki. Tentu baki itu ada isinya. Hhe. Isinya biasanya makanan dan minuman. Kemudian yang menurunkan baki tersebut ialah peempuan.
Selain daripada itu, laki-laki juga di anugrahi Allah dengan kekuatan akal. Jangan dipahami hanya sekilas ya...nanti bisa salah paham. Maksudnya ialah, laki-laki cenderung suka berpikir logis, rasional, tenang dan tidak buru-buru menyimpulkan sesuatu. Beda dengan wanita, maka dari itu pantas bila laki-laki menjadi imam dalam keluarga, karena sifatnya yang menenangkan dan melihat segala sesuatu secara komperhensif.

Pada dasarnya secara fisiologis tidak banyak perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan. Baik berat maupun volumenya. Begitu juga dengan tingkat kecerdasannya. Kalaupun terjadi perbedaan itu pun hanya karena otak wanita sudah terstruktur oleh dominasi hormon estrogen, sedangkan otak pria dikuasai oleh hormon testosteron. Sehingga ditemukan perbedaan respon dalam satu aktivitas yang sama. (Dr. Louann Brizendine, dalam “Women’s and Teen Girls’ Mood and Hormone Clinic”). Dalam melakukan aktivitas, biasanya laki-laki lebih nyaman jika tidak dengan bicara. Akan tetapi lain halnya dengan wanita yang mana ia bisa melakukan aktivitas apapun dengan berbicara. Itulah sebabnya, wanita mampu lebih banyak berbicara daripada laki-laki.

Berbicara mengenai wanita, wanita dalam bertindak menggunakan emosi lebih domain dari pada pria. Kelebihan wanita dalam banyaknya emosi yg dimiliki menjadikannya sebagai pribadi yang lembut, romantis, penyayang, penyabar, penuh cinta, lebih sensitif, keibuan / feminis. Karena kelebihan inilah wanita dipercaya Allah untuk mengandung, melahirkan dan merawat makhluk Allah yang namanya manusia untuk mengisi, memaknai dan memakmurkan bumi. Laki-laki memang pemimpin, tapi wanita-lah yang mencetak dan mendidik para pemimpin. Maka dari itu, harus ada sinergisitas peran antara laki-laki dan perempuan guna terciptanya kehidupan yang aman, tentram dan damai. Sebagaimana dalam Qs. Ar-Rum : 21 bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling mengisi, melengkapi, menyempurnakan dan bersama-sama berjalan dalam bingkai Ridha Illahi Rabbi
Adanya laki-laki hebat, karena dibelakangnya ada wanita hebat pula yang setia memotivasi dan menginspirasi nya serta sebagai penguat untuk merealisasikan tujuan tertentu. Hal ini bisa kita lihat dalam perjalanan hidup Dr. Ibrahim Elfikkiy. Beliau bisa menjadi Motivator islam internasional sekaligus owner Hotel bintang 5 berkat support, dukungan dan doa dari istri nya. Ketika beliau down, siapa yang membangkitkan nya? tak lain ialah istrinya. 

Begitupula dengan Pak Habibi, beliau luar biasa karena dibelakangnya ada wanita yang luar biasa pula, yakni ibu Ainun. Bahkan peran seorang wanita juga amat mendominasi segala aspek kehidupan, termasuk keberhasilan anaknya. Masih ingat Thomas Alfa Edison? Saat dalam kondisi terpuruk dan hampir putus asa, IBU nya lah yang setia meyakinkan dan terus memberikan motivasi kepada nya untuk tidak menyerah. Dalam hal ini  pula, saya yakin bahwa tirakat perempuan juga amat memepengaruhi masa depan suami dan anak-anaknya. senada dengan ngendikanipun Ny. Hj. Khadijah Chasbullah (almh)

Namun secerdas, sehebat, sekuat dan seperti apapun wanita ia tetap membutuhkan peran dari seorang laki-laki. Sesuai dengan Firman Nya : Arrijaalu qawwamuna 'alan nisa' yang pada hakikat nya laki-laki menjadi pondasi pokok bagi terbentuknya suatu bangunan yang kokoh. Lalu mengapa lafal tsb menggunakan redaksi 'ala dan bukan menggunakan Fauqa, padahal sama-sama berarti "atas"? 

Hal tersebut karena lafal 'ala bermakna menempel. Karena faktanya, perempuan selalu membutuhkan laki-laki untuk menopang hidupnya, menemani nya sekaligus menjadi partner hidup untuk meniti pahit manis nya perjuangan di jalan Allah, dan sama-sama meyakinkan bahwa kehadiran dan peran nya membuat perjuangan ini menjadi kian berarti. 

Dan bagi kita-kita yang belum menemukan life partner, SATU HAL yang harus kita pegang, bahwa seperti apapun wanita, akan tetap pada Fitrah nya menjadi bu nyai bagi anak-anak sekaligus partner dan navigator bagi suaminya kelak. Maka seharusnya, pada saat Single seperti ini dijadikan proses untuk perbaikan kualitas hidup dengan belajar menjadi seorang ibu dan partner yg baik. Sehingga, jika sudah tiba waktunya menikah , lika-liku apapun yang terjadi tidak akan kaget dan dengan berbekal pengalaman maka akan siap (menjadi makmum) yang baik dan bertanggungjawab dengan mendidik anak-anak bi tarbiyatin hasanatin. Aaamiiin InsyaAllah😍


And the last i want to say Setiap hal apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu kala kita bersungguh-sungguh menjalaninya, maka akan berhasil. Dan keberhasilan itu tidak melihat darimana seseorang berasal. Sukses bisa terwujud selama ada keberanian bermimpi, mempunyai keinginan dan tekad yang kuat serta pantang menyerah untuk menggapainya (Intangible Capital yg berupa modal yang tidak kasat mata) yang berupa kesungguhan, tekad, ghirah dan Azam. Membuat kurikulum hidup dengan intangible capital. Dan mukaromah lebih mengagumi orang yg berhasil karena Tirakatnya sendiri dalam arti perjuangan dan kerja kerasnya, bukan karena latarbelakang keluarganya. Karena sejatinya, nasab itu bisa dibuat. ketika orangg baik bertemu dengan orang yang baikbaik, InsyaAllah outputnya akan baik pula. Ingat, hanya diri sendiri yg mampu merubah dirinya Sendiri. Laa haula wa laa quwwata illa billah...
إبدأ بنفسى !
 
We must improve our selves, to realization our dream. Never give up, try try and try because "Innallaha laa yukhliful Mi'aad"
Karena ditiap lelah dan penat kita, Allah selalu berikan kita semangat dengan "Bahwa Jarak Kemenangan Hanya Berkisar antara Kening dan Sajadah"  

Dan terakhir, Perempuan harus cerdas dan mencerdaskan karena ditangan nya terdapat harapan bangsa ! 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar