FOR THE REST OF MY LIFE
Mukarromah adalah
panggilan akrabku. Teman-teman biasa memanggilku dengan sebutan “muk”. 18 tahun
aku hidup di Desa Santri (kata orang-orang) yakni Desa Dobalan Timbulharjo
Sewon Bantul, Yogyakarta. Aku adalah
anak terakhir dari 3 bersaudara. Kedua kakakku telah menikah. Bapak Sarmidi
adalah nama sosok laki-laki hebat yang mengajarkanku arti Perjuangan dan Kerja
keras. Sedangkan ibu Sudariyah adalah sosok wanita hebat dalam sejarah hidupku,
beliaulah yang mengajarkanku arti Keikhlasan
dan indahnya Kesabaran.
Pengalaman pahit
sekaligus berharga dalam hidupku ialah Masa kanak-kanak yang penuh dengan
kbodohan. Aku memang tidak menempuh
pendidikan TK seperti layaknya anak-anak
biasa. Saat itu, pendaftaran SD telah dibuka. Dan akhirnya aku didaftarkan di
SD N Kepuhan oleh ibu terhebatku. Banyak orang yang mengejekku bahkan
merendahkanku dengan berkata “mana mungkin anak yang tidak TK bisa dengan
mudahnya diterima di SD” ! “Kalaupun diterima, pasti akan kalah dengan
anak-anak yang sudah menempuh pendidikan TK”. Saat itu aku yang masih belum tau
apa-apa, bahkan tidak merasakan sakit hati sedikitpun karena saat itu masih
labil yakni masih masa anak-anak. Tetapi, Ibu selalu menguatkanku. Selalu
mensupportku untuk tetap optimis dan niat sekolah.
SD N Kepuhan
adalah jejak pertamaku. Disini kenangan itu terukir. Ketika kelas 1-3 SD, aku
selalu di contekin oleh temanku yang bernama Devi Noor Arviani. Karena
memang ketika SD aku memulai semuanya dari nol, mengingat tidak menempuh
pendidikan TK dan pada waktu itu belum pernah diajari baca tulis. Setelah akhir
kelas 3, aku dijauhi bahkan dihina, dicemooh dan diremehkan oleh teman-temanku karena mereka tidak mau
berteman dengan orang bodoh sepertiku. Awal kelas 4 aku bangkit dan berjanji
pada diriku sendiri bahwa apapun yang terjadi, itulah hasil kerja kerasku.
Sejelek apapun nilai jika dikerjakan dengan usaha dan kerja keras sendiri tentu
akan memuaskan hati. Akhirnya kelas 6 lulus dengan nilai yang lumayan. Saat itu
tidak ingin lanjut ke SMP, tetapi cukup ingin tinggal di pondok saja. Karena
memang orangtua tidak mensupportku dikarnakan mind set mereka yang mana anak
nya bisa mengaji itu lebih dari cukup. Tetapi suami dari kakakku bilang “ Ayo
terus lanjut, yang S1 saja masih tetap lanjut di S2, lalu yang S2 tetap lanjut
di S3, masak kamu yang cuma lulusan SD
sudah tidak mau lanjut, apa kamu cukup puas dengan ilmu yang telah kamu
dapatkan”? Kata-kata itulah yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang dibenakku.
Perjalananku
selanjutnya adalah di MTs N Gondowulung Bantul. Disinilah Citra diri itu ku
bangun, mengingat ketika SD dipandang sebelah mata oleh orang lain. Sebelum
MOS, aku persiapkan semua untuk mendalami vocabulary (mufrodat) dalam
bahasa Arab. Karena memang di MTs bahasa Arab selau diprioritaskan. Dengan Niat
dan dilandasi dengan Usaha maximal dan kesungguhan serta digenapkan dengan Doa
akhirnya aku meraih Juara 2 paralel tingkat kelas 7 dan 8 di Mts Gondowulung
Bantul. Selain itu juga menjuarai Pidato Bahasa Arab tingkat Kabupaten Bantul.
Itu semua menunjukkan bahwa Niat dan kerja keras yang dilandasi dengan semangat
dan doa semuanya akan terealisasikan.
Disinilah, ku temukan jati diriku dan ku bangun citra diri itu. Karena ku
sadar, Orang bodoh itu pahit sekali dan aku tidak mau jatuh dilubang yang sama
seperti dulu ketika SD. Di MTs N Gondowulung ini aku bertemu dengan guru-guru
yang sangat baik dan menginspirasi. Ibu Siti Juwariyah, M.Sc beliau adalah guru
yang sangat mumpuni dan kalau udah mendengarkan ngendikane beliau, hati ini
jadi tenang dan tentram. Ibu Sunariyah dan Ibu Sri Suharti yang mengajarkan
bahasa Arab padaku. Mereka yang melatihku ketika akan lomba. Dan dari mereka
berdualah kini aku sangat menyukai bahasa Arab. Ibu Rita Yuana, S.Pd beliau
adalah wali kelasku ketika kelas 7E. Nasihat dan kata-kata motivasi beliau yang
sampai saat ini masih ku ingat dan akan terus ku ingat sepanjang hidupku, yakni
“Jadilah Bintang diantara bintang-bintang yang Lainnya”. Karena
kata-kata motivasi inilah, untuk pertama kalinya saya dpt Juara 1, karena SD
tidak pernah juara. Beliau guru Matematika, beliau sangat sabar dalam
mengajariku matematika karena Matematika adalah pelajaran tersulit sepanjang
aku menempuh pendidikan. Ibu Noor Aini, M.Pd adalah Guru tersabar dan tercantik
yang pernah ku jumpai di MTs Gondowulung. Cantik Luar dalam. Beliau yang
senantiasa sabar dalam menasihatiku agar tidak terlambat. Dulu ketika di MTs
saya berangkat dari pondok naik sepeda, disepanjang jalan saya senam jantung.
Karena saya tau bahwa saya telat dan pintu gerbang telah ditutup, bahkan karena
sering telat akhirnya di sidang di BK bahkan wali kelas harus terjun langsung
dn akhirnya sempat ibuku dipanggil di MTs. Malu itu pasti, kasihan bu Noor
Ainni sebagai wali kelasku. Heheheh nggak papa Alhamdulillah pernah merasakan
terlambat masuk kelas, pengalaman masa lalu (J). Ibu Noor Ainni juga yang selalu mendorong dan memotvasiku untuk
terus melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi. Terimakasih banyak dan dan teriring Doa untuk kalian, Guru-guru
terhebatku.
MAN Wonokromo
Bantul adalah jejak perjalananku selanjutnya. Ketika MOS, kami disuruh untuk
menulis mimpi-mimpi diatas kertas HVS. Dengan penuh keyakinan dan Percaya diri
ku tulis mimpiku yang berjumlah 100. Aku masih ingat mimpi yang ku tulis pada
saat itu ialah Menjadi Siswa berpretasi dan Masuk PAI UIN Sunan Kalijaga tanpa
tes dan masih banyak lagi. Qadarullah, Allah memang Sebaik-baik pengabul Doa.
Mimpi yang kutulis semuanya menjadi kenyataan dan kini aku berani bermimpi.
Karena pada dasarnya, tidak ada suatu hal apapun yang mustahil jika Allah
berkehendak. Banyak materi pelajaran dan materi kehidupan yang ku dapatkan di
Madrasah ini. Bpk Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I yang selalu mengajar
PAI UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta adalah saksi bisu perjalanan panjangku. Mimpi ketika masuk
disini ialah Kuliah S1 3 tahun dan lulus dengan predikat MumtaZah (cumlaude).
Mimpi-mimpi yg ku tulis sangat banyak, hanya keteguhan dan kejernihan hati
serta niat yang dilandasi kerja keras dan semangat adalah kunci untuk
merealisasikan itu semua.
Sebuah prinsip yang akan terus ada dalam benak
dan hati sanubari ialah Long Life Education. Yang menjadi patokan
berhenti belajar ialah saat sudaah dipanggil Allah SWT. Maka dari itu,
Pendidikan bagiku adalah segala-galanya. Karena Pada hakikat nya Pendidikan
adalah Merubah cara hidup, Merubah Mindset, Menemukan jati diri serta Membangun
Citra Diri. Goal dari Pendidikan sendiri ialah Mencetak Subjek didik yang
berintegritas, berkualitas dan Berkarakter. Sehingga, Pembentukan Akhlaq adalah
visi misi utama dari Pendidikan.
IPK bagi sebagian
orang memang tidak penting. Tetapi, bagiku amat sangat penting. Dan saya berusaha sekuat
tenaga untuk diatas itu, lebih spesifik lagi diatas 3,5. Di Umur 18 tahun saya
menulis IPK 3,75 dan itu saya tulis di KRS yang di tandatangani oleh DPA
(Dr.Mahmud Arif). Alhamdulillah dengan bermodalkan keyakinan, usaha dan doa Allah mengabulkan
nya bahkan memberikan lebih yakni 3,80. Semoga semester ini lebih baik lagi.
Nah disini terlihat bahwa peran USAHA adalah elemen terpenting to get success. Berbicara
akan hal ini, Allah SWT berfirman Qs. Ar-Ro’du ayat 11 : Allah tidak akan
merubah nasib suatu kaum manakala kaum tersebut tidak merubahnya sendiri atau
dalam kata lain Kaum (manusia) itu pasif/tidak mau berusaha. Juga diperkuat dengan
dalil lain dalam Qs.Al Anfal : Yang demikian itu ialah karena sesungguhnya
Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni’mat yang telah dianugrahkanNya
kepada suatu kaum hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.
Nah di dalam Ayat ini ada ibrah yang dpt kita jadkan mantra utk lebih
menguatkan hati kita yakni Allah tidak akan mencabut ni’mat yang telah
dilimpahkan Ny kepada kita, selama kita
tetap taat dan bersyukur kepada Allah.
Betapa Agung dan
Dahsyatnya Dia. Sungguh, Maha Baik. Untuk itu, Peran Usaha dan Doa harus
seimbang. Usaha tanpa Doa ialah Sombong, dan Doa tanpa Usaha ialah Bohong.
Namun, kedua point itu blm lah cukup to get success. Point selanjutnya ialah
TAWAKKAL. Dan ini sangaaat sangat penting, banyak orang yang sudah
memaksimalkan usaha dan menggenapkan nya dengan Doa, namun hasil atau goal yang
didapat tidak sesuai dengan harapan. Akhirnya Stress dan Putus asa. Padahal
putus asa ialah sikap dan sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Maka dari itu, sebagai
seorang Muslim yang mempunyai iman dan sikap optimis maka kita harus mempunyai
sifat Tawakkal, agar ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang
kita harapkan maka hati akan ikhlas dan menerima apapun ketentuan Nya karena
kita yakin itulah yang terbaik untuk kita, setelah kita memaksimalkan
Usaha. Tawakkal adalah sikap berserah
diri setelah memaksimalkan usaha dan menggenapkan dengan doa. Tawakkal menjadi
rem pengendali untuk kita agar selalu ingat tujuan dan niat Awal. Yakni
semua karena Allah, maka dari itu apapun ketentuan Nya ya itulah yang terbaik
untuk kita, Dan apapun yang tidak terjadi karena tidak dikehendaki Nya (Ngendikanipun
Yai Katib Masyhudi, S.Th.I). Namun satu hal yang harus di ingat ialah
Hasil tidak akan pernah mendzolimi Usaha. Begitu pula dengan Allah. Dia tidak
akan pernah Mendzolimi Hamba Nya. Karena dalam hidup selalu ada yang namanya
Hukum Kausalitas yakni sebab akibat yang lazim disebut dengan Sunnatullah. Ya
meski keputusan final ada pada kekuasan Nya, namun dalam berkehendak Allah
selalu mempertimbangkan Usaha dn Doa dari hamba Nya. So, Mari ciptakan Sebab
Agar Allah memberikan Akibat (Ngendikanipun Dr.H. Karwadi, M.Ag).
Pemahaman orang
Islam yang harus di re-interpretasi ialah segala sesuatu dikembalikan pada Taqdir.
Nah inilah yang menyebabkan umat islam kian hari kian mundur. Semangat Belajar
dan berjuang jadi kendor. Miskin ya biarlah itu sudah takdir. Kapan nikah
nya?udah umur 38, kok belum nikah? Belum ketemu Jodoh, belum ditakdirkan Allah
menikah. Waaaaah gawat pemahaman yang seperti itu. Jadi secara garis besar,
Mind set harus ditata ulang dan harus diluruskan. Berbicara tentang jodoh, saya
pernah bertanya kepada Dr.Karwadi, beliau adalah dosen favorite saya. Yang
intinya ialah Jodoh yang dimaksud dengan Takdir Mubrom ialah Laki-laki pasangan
nya perempuan begitu pula sebaliknya. Namun, dengan siapa kita berjodoh (nama,
rumah dsb) itu adalah taqdir Muallaq. Kita diberi kebebasan Allah untuk
menentukan takdir kita, jodoh kita siapa. Jadi,saya menganalogikan Jodoh itu
seperti melempar batu. Ketika kita melempar batu, kemanapun arah batu yang kita
lempar akan tepat sesuai sasaran, Nah terlemparnya batu tentu ada campur tangan
dar Allah. Artinya kita sebagai manusia bebas menentukan apa yang kita
usahakan. Allah memberikan kuasa kepada kita untuk menentukan taqdir kita jodoh
kita. Jatuhnya batu bukan hanya sekedar hukum alam, tapi kita yang menentukan
arahnya. Tapi tetap Allah yang menentukan apa yang kita usahakan. Hanya saja
yang utama adalah usaha, baru kemudian doa. Kalau sudah keduanya baru menunggu
keputusan Allah.
Aku bisa sampai
PAI UIN ini juga karena dorongan dan motivasi dari Bpk.KH.Masyrohan, S.Pd dan
bu Dosen Eni Munawwaroh, M.SI. Mereka yang di belakangku . Yg setia
membangunkan ku ketika down, memotivasiku utk maju, mendampingiku bahkan yg
mengantarkan ku pertama kali ke UIN, menunjukkan jalan yg mudah dihafal utk
sampai UIN. Mereka juga yg selalu menasihatiku agar selalu istiqomah dan
memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin termasuk menuntut ilmu. Beliauuuu yg
mengatakan langsung pd mkrmh BAHWA Seorang Wanita harus berpendidikan, harus
mandiri, harus ramah pada siapa saja.tanpa terkecuali sekalipun pd org yg tidak menyukai kita karena hal itulah yg akan
menjadi perhiasan dlm diri seorang manusia. Beliauuu berprinsip akan lanjuttt
sekolah terus. Mkrmh terinspirasi oleh Wanita hebat itu... Yapz bu dosen Eni
Munawwaroh, M.S.I
Mkrmh mengenal beliau sosok yg cerdas, gesit,
mandiri, tangguh, baiik. Tulisan ini ku tulis, sambil meneteskan air mata. Tak
kuat, bersyukur Allahh mempertemukanku dg org-orang sebaik mereka. Bisa kah ku
membalas? Insyaallah mkrmh bisa membuat kalian bangga. Dan aku berjanji tak
akan mengecewakan. 3 th lg lagi mkrmh akan undang ibuk dan bpk untuk hadir di
panggung kehormatan utk menyaksikanku memakai toga dengan predikat MumtaZah.
Mereka selalu bilang pada mkrmh "Pintu rumah sealul terbuka, silahkan
kalau mau curhat atau tanya ttg pelajaran". Hanya doa yg mampu terucap utk
ibu beserta suami ( bpk H.Rohan) smg dimudahkan segalanya, diberikan umur
panjang nan barokah, diluaskan Rizqi nya dan amal terus mengalir untuk kalian
pak buk.
Di PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saya bertemu dengan
Prof.Dr.Sutrisno, M.Ag. Beliau tak hanya mentransfer materi kuliah saja, akan
tetapi mengajarkan arti kehidupan, memotivasi dan memberikan arahan untuk
menatap masa depan. Terlebih-lebih meyakinkan kami (para mahasiswa beliau)
untuk berani bermimpi dan merealisasikannya. Terharu ketika beliau ngendiko :
"usia sy sudah 50 an lebih, PR terbesar sy adalah MENGHASILKAN ANAK-ANAK
HEBAT YANG KELAK AKAN MENERUSKAN PERJUANGAN SAYA dalam MEMBANGUN PENDIDIKAN DI INDONESIA". Tiap tatap
muka di kelas, beliau tak henti-hentinya untuk memotivasi kami agar terus
belajar dan meningkatkan skill Bahasa Asing terutama Arab dan English.
Nasihat beliau pd kami :
Masa MUDA adalah PENCAPAIAN JATI DIRI,
MASA MUDA adalah PERJUANGAN
MASA MUDA adalah PROSES MENJADI
MASA MUDA adalah BEBAS SECARA FINANSIAL
MASA MUDA dalah MENGUKIR KESUKSESAN.....
PENDIDIKAN ADALAH MERUBAH CARA HIDUP dan
MEMBANGUN CITRA DIRI, Nak ! SIBUKKAN WAKTU MUDAMU untuk mengaji, membaca, hadir
di seminar-seminar, kursus bahasa, kembangkan skill komparatif dan menejemen
waktu dengan baik. MAKA KALIAN AKAN MENJADI ORG HEBAT, LEBIH daripada saya.
Nasihat beliau yg selalu terngiang-ngiang.....
Terima Kasih, Belajar berjuang bertaqwa
berkarya dan berprestasi. Salam, Agent of Change
Dobalan,
2 Mei 2016
Mukaromah