MANAH NYEGORO
Mukaromah (dobalan.blogspot.com)
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada
siapapun, Ini hanyalah Untaian kata dari Mahasiswi Semester 3 dg segala
kelemahan dan kekurangan nya, utk itu undzur maa qoola wa laa tandzur man
Qoolaa dg berlandaskan pd Qs.An-Nisaa’: 1, al-A’raf : 189, Faathir:11 bahwa
semua manusia adalah sama hanya ilmu, iman dn taqwa yg membedakan nya dan UUD
'45 Pasal 28 tentang kebebasan berpendapat.
Hari ini, ada pelajaran berharga yg
mukaromah dpt kan dr pengalaman hidup salah seorang sahabat seperjuangan yg Semangat
nya luar biasa. Lelah, letih dn penat tak pernah dirasakannya. Yg ada dlm
hidupnya ialah belajar, bekerja dan berdoa. Setiap hari dr pukul 15.00 - 23.00
ia bekerja di salah satu tempat makan utk menyambung hidup dan utk membiayai
kuliah.
Bahkan tak jarang, tidur hanya 2-3 jam. Berangkat kuliah pukul 7 smpe dg 14.15 setelah itu lanjut kerja. Kerja dn kerja.
Yg mjd akar pembahasan tulisan ini adl "nitip TA (hny satu kali) itupun krn menggantikan partner kerja nya yang berhalangan dtg krna ada urusan yang sangat penting yang harus diselesaikan. Tapi sayangnya ketahuan oleh Seorang pendidik, dan akhirnya namanya di coret dr daftar absen. Menyedihkan bukan?
Bahkan tak jarang, tidur hanya 2-3 jam. Berangkat kuliah pukul 7 smpe dg 14.15 setelah itu lanjut kerja. Kerja dn kerja.
Yg mjd akar pembahasan tulisan ini adl "nitip TA (hny satu kali) itupun krn menggantikan partner kerja nya yang berhalangan dtg krna ada urusan yang sangat penting yang harus diselesaikan. Tapi sayangnya ketahuan oleh Seorang pendidik, dan akhirnya namanya di coret dr daftar absen. Menyedihkan bukan?
Karena ia merasa bersalah, kemudian minta maaf dn menghadap langsung pd pendidik tsb. Lalu pendidik tsb tanya "kenapa"? Kemudian dijelaskan lah semua itu, tapi sayangnya pendidik tersebut menyahut "saya tidak menerima alasan apapun".
Kita bisa membayangkan, bagaimana rasa nya. Sakit kan? Kalau hanya ingin bilang "tdk menerima alasan apapun" mengapa tanya "Sebab yg menyebabkan ia TA"???
Hidup itu tak selalu mulus, bagaikan roda yg berputar. Kadang di bawah kdg pula diatas. Hidup itu penuh kejutan, penuh misteri, penuh lika liku, perlu adanya perjuangan, semangat dan kerja keras. Perlu adanya rintikan air mata, keluh, kesat, penat, lelah. Hidup itu sekali, maka hiduplah yg berarti.
Apakah selamanya akan susah? Ingat, Allah bersama dg org2 yg senantiasa berbuat baik lagi bersabar. Hidup pasti berputar, sahabt. Bersabarlah
Seperti yg telah kita ketahui bersama bahwasannya IQ, EQ dan SQ adalah 3 aspek yg saling berkaitan antara satu dg yg lainnya, ibarat sebuah sistem. Sistem tsb tak bisa berjalan dg baik manakala tak bersinergi dg sistem-sistem yg lain. Jika berkaca pd IQ, maximal hanya berperan 20%. Lalu selebihnya apa? Yakni EQ dan SQ.
Oleh karena itu, Cerdas saja tak cukup, tapi juga harus diimbangi dg hati/kalbu yg baik pula, yg biasa di sebut santri dg "Qolbun Salim".
EQ adl kemampuan seseorang utk mengerti, memahami dan memposisikan diri nya sbg org lain (yg mengalami sesuatu hal). satu contoh, mukaromah ambilkan dr kasus td adalah "sikap pendidik yg tak mau menerima alasan apapun padahal sebelumnya tanya sebab yg menyebabkan akibat kenapa ia TA"?
Akan lebih bijaknya jika seorang pendidik, tdk ngendiko “tidak menerima alasan”. Ya meski tak bisa dipungkiri, bahwa teman sy memang salah. Tapi akn lebih baik jika pendidik tersebut memahami, memberikan arahan dan nasihat yg baik serta memberikan motivasi kpd teman saya td. Jarang loh yaa ada anak didik yg mau bekerja keras, dn mandiri. Seharusnya "bangga" punya anak didik yg sperti itu, siapa tau kelak ia jd org besar dn berhasil. Kan nasib org tak ada yg tau.
Jika berkaca pd Psikologi pendidikan
mengenai teori belajar behavioristik yg menekankan adanya reward dan
punishment, memang hal itu perlu dipraktikkan agar mahasisw taat pd aturan.
Sehingga, sikap disiplin dapat berjalan dg baik. Tapi akan lebih bijaknya
manakala pendidik menghadapi sesuatu hal tsb (kasus tadi) dg memposisikan diri
dengan berbagai kacamata dr berbagai sudut pandang yg berbeda.
bukankah in ahsantum ahsantum Li anfusikum wa in asa.tum falahaa. Org berbuat baik tdk akan rugi. Masih ingat dg kisah 2 mahasiswa dg Paderewski ? Mahasiswa trsbut mengumpulkan uang utk membiayai biaya pendidikan mereka dg menggelar konser piano Paderewski, tp tiket tak terjual dg hbis dn akhirnya 2 mahasiswa tsb menemui Paderewski dan menceritakan semuanya. Dg lantang Paderewski mengatakan "siap dtg di konser yg mereka adakan" tanpa mereka bayar sepeserpun (Gratis), singkat cerita 5 th berlalu 2 org mahasisw td mjd org sukses (Presiden) di AS sdgkan Paderewski saat itu menjabat sebagai Perdana Mentri Polandia. Karena saat itu Polandia sdg mengalami masa paceklik / masa sulit, akhirnya Paderewski meminta bantuan pd Presiden AS yang mana beliau tdk tau bahwa Presiden tsb adalah "MAHASISWA" yg ia bantu dlu. Ya mngkin Paderewski telah lupa, tapi mahasiswa td tak akan pernah lupa atas kebaikan dn jasa Paderewski.
Kebaikan sekecil apapun yg org lain beri, sy yakin tak akan pernah dilupakan oleh org tsb meskipun yg memberi pertolongan tlh melupakan nya. Seseorang dikatakan sukses dn berhasil, manakala ia mampu memahami keadaan org lain dan dpt bermanfaat bagi Makhluk Nya. Fastabiqul Khoirot !
bukankah in ahsantum ahsantum Li anfusikum wa in asa.tum falahaa. Org berbuat baik tdk akan rugi. Masih ingat dg kisah 2 mahasiswa dg Paderewski ? Mahasiswa trsbut mengumpulkan uang utk membiayai biaya pendidikan mereka dg menggelar konser piano Paderewski, tp tiket tak terjual dg hbis dn akhirnya 2 mahasiswa tsb menemui Paderewski dan menceritakan semuanya. Dg lantang Paderewski mengatakan "siap dtg di konser yg mereka adakan" tanpa mereka bayar sepeserpun (Gratis), singkat cerita 5 th berlalu 2 org mahasisw td mjd org sukses (Presiden) di AS sdgkan Paderewski saat itu menjabat sebagai Perdana Mentri Polandia. Karena saat itu Polandia sdg mengalami masa paceklik / masa sulit, akhirnya Paderewski meminta bantuan pd Presiden AS yang mana beliau tdk tau bahwa Presiden tsb adalah "MAHASISWA" yg ia bantu dlu. Ya mngkin Paderewski telah lupa, tapi mahasiswa td tak akan pernah lupa atas kebaikan dn jasa Paderewski.
Kebaikan sekecil apapun yg org lain beri, sy yakin tak akan pernah dilupakan oleh org tsb meskipun yg memberi pertolongan tlh melupakan nya. Seseorang dikatakan sukses dn berhasil, manakala ia mampu memahami keadaan org lain dan dpt bermanfaat bagi Makhluk Nya. Fastabiqul Khoirot !
“Khoirunnaas anfa’uhum linnaas”. Semoga
selalu dalam Naungan dan Ridho Nya, Tujuan Hidup ialah Ridho Ilahi Robbi.