Senin, 12 September 2016



INTERNALISASI PENDIDIKAN
Dobalan, 5 Juni 2016 bertepatan dengan hari bahagia Bu Dosen Eni Munawwaroh, M.Si,
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi.
Sumber : 1. Prof.Dr.H.Maragustam Siregar, M.A, 2. Prof.Dr.H.Sutrisno, M.Ag (melalui Buku-buku Karya Kedua Professor tadi dan penjelasan kedua nya saat Proses Perkuliahan). 3. Pemikiran Fazlur Rahman about Education dan 4. Opini diri pribadi.

Usaha Sadar dan Terncana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,  kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan diinya, masyarakat, Bangsa dan Negara (UU Sisidiknas nomor 20 tahun 2003).
Semangat merupakan elemen terpenting manusia untuk melakukan segala hal, bahkan semangat dapat dimaknai sbg energy dalam tubuh manusia termasuk sebagai pendukung dan penguat manusia untuk merealisasikan apa yang di Cita-citakan sehingga manusia dapat mengaktualisasikan dirinya dengan penuh kesadaran dan ke-optimisan. Dan Sosok inilah yang menjadi Inspirator, Motivator sekaligus Semangatku untuk terus menuntut ilmu, Beliau adalah Bu Dosen Eni Munawworoh, M.Si. Bukan karena pacar ataupun apa, karena memang tidak punya. Hhh… Tau nggak bedanya Single sama Jomblo ?
Bu Dosen Eni Munawworoh, yang sll dibelakangku, Yg setia membangunkan ku ketika down, memotivasiku utk maju, mendampingiku bahkan yg mengantarkan ku pertama kali ke UIN, menunjukkan jalan yg mudah dihafal utk sampai UIN. Beliau juga yg selalu menasihatiku agar sll istiqomah dan memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin termasuk menuntut ilmu. Beliauuuu yg mengatakan langsung pd-ku BAHWA Seorang Wanita harus berpendidikan, harus mandiri, harus ramah pada siapa saja, tanpa terkecuali sekalipun pd org yg tidak menyukai kita karena hal itulah yg akan menjadi perhiasan dlm diri manusia. Aku mengenal beliau sosok yg cerdas, gesit, mandiri, tangguh, baiik. Beliau sll bilang padaku "Pintu rumah sll terbuka, silahkan kalau mw curhat atau tanya ttg pelajaran kuliah dan atau pelajaran hidup”. Hanya doa yg mampu terucap utk ibu beserta suami ( bpk H.Rohan, ) smg dimudahkan segalanya, diberikan umur panjang nan barokah, diluaskan Rizqi nya dan amal terus mengalir utk kalian pak buk. Aku berusaha agar dapat menjadi Santri sekaligus Mahasiswi kebanggaan Panjengan. Long Life Education adalah Prinsip Bu Dosen Eni Munawwaroh beserta suami. Mereka mengajarkan kepadaku arti Perjuangan, kerja Keras dan Semangat. Bu Dosen beserta suami pula yang meyakinkan ku bahwa wanita yang haus akan ilmu (mengenyam pendidikan formal)  tidak akan pernah menyesal dan rugi dalam hidupnya.  Berkaitan akan hal ini, dalam Qs. Al-A’rof : 58 yang intinya ialah “tanah yang subur akan menumbuhkan tanaman-tanaman yang subur dan tentunya dengan seizing Nya, sedangkan tanah yang gersang diatasnya akan tumbuh tanaman2 yang meranggas dan merana. Ayat ini pula yang menjadi motivasiku yang mana aku mengibaratkan Tanah adalah orangtua, sedangkan tanaman adalah anaknya (factor hereditas) sedangkan ayat ini dapat pula bermakna Pentingnya peran Lingkungan untuk  pembentukan jati diri manusia, dalam konteks ini adalah anak sebagai hasil dari didikan orang tua yang berpendidikan dalam arti luas (di Pesantren maupun di lembaga Formal sperti Sekolah dan Madrasah Formal) dalam artian Mantan alumni Pondok pesantren dan atau Alumni Pendidikan Formal. Seperti Nasihatnya Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I  ketika penulis di Aliyah bahwasanya “Mencetak Keturunan Harus dimulai sejak sekarang” dan itu yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang dikepala penulis. Karena pada hakikatnya Keturunan adalah Cerminan dari orang tuanya, dan itu berkaitan erat dengan Faktor Hereditas, Lingkungan dan Niat serta Semangat (Kehendak Pribadi atas Hidayah Allah) untuk berproses lebih baik sehingga pembentukan jati diri dapat opimal. Yang utama dan yang terpenting ialah Adanya USAHA Untuk menjadi insan yang baik, jika menjadi orangtua optimlisasikan usaha bi tarbiyatin hasanatin. Sehingga Memahami segala hal yang ada di Dunia ini tidak hanya serta merta Takdir, akan tetapi ada sebab yang menyebabkan adanya akibat. Ngendikanipu Dr.Karwadi, M.Ag Mari Ciptakan Sebab agar Allah mmberikan Akibat, dengan dasar dali Qs.Ar-Ro’du:11.   Ini juga yang menjadi Motivasi terbesar Bu Dosen Eni Munawworoh untuk terus lanjut Study dan menjai wanita yang cerdas, mandiri serta terus belajar dalam segala hal, karena beliau yakin ibu yang Cerdas akan melahirkan putra putri yang cerdas pula. Doa yang sll kupanjatkan agar kelak hidup bersama partner yang selalu medukung dan memotivasiku untuk terus bertholabul ‘ilm. Ku ucapkan banyak terimakasih, Selamat Berkontribusi untuk Agama, Masyarakat Nusa dan Bangsa Dan Semangat Mendidik Para Pendidik Bangsa dengan Bingkai-bingkai Keislaman, bu dosen Tercinta.
Berbicara mengenai Pendidikan , tentu tidak lepas dari kata Tholabul ‘ilm. Seperti yang kita telah ketahui bersama, bahwasannya Agama Islam sangat mendorong manusia untuk menuntut ilmu, bahkan kata iman selalu disertai dengn ilmu. Dalam Qs. Al Mujadalah : 11 “ Allah mengangkat orang-orang yang beriman daripada kamudan orang-orang yang diberi ilmu dengn bebrapa derajat”. Qs.Az-Zumar :9 “nilai  Orang-orang yang mengetahui (berilmu) sangat beda dengan orang yg tidak mengetahui (tdk berilmu). Qs.Fathir:28 “Hamba yang takut kepada Allah ialah ‘ulama’ (orang2 berilmu yang disertai dengan iman) bakan dalam Qs.Ali Imron:79, “orang2 yang memiliki semngat tinggi mencari ilmu dan terus menerus blajar  disebut dengn Robbni”(Prof.Maragustam Siregar,2015).
DaLam Qs.Al ‘Alaq 1-5, lafal iqro’ tidak hanya sebatas membaca dalam arti sempit (membaca Al Qur’an)tanpa memahami isi ajaran nya, akan tetapi mengandung makna yang luar biasa yakni “dalamilah”, “telitilah”, observasilah, eksperimenlah, dan teruslah menuntut ilmu sampai Cita-Cita belajar dapat terealisasikan dengan obyeknya yakni Alam semesta, dan diri Manusia yang berlandaskan pada ajaran Al Quran dan Sunnah Nabi.  Berbicara mengenai diri manusia, bahwasannya Allah menciptakan manusia dengan ahsanu taqwim wa Ahsanul kholiqin, Manusia di anugrahi dengan pedengaran, penglihatan dan hati serta bakat, potensi, kemampuan dan ketrampilan yang Luar biasa, Agar MANUSIA BERSYUKUR. Bersyukur tentu tidak cukup hanya dengan mengucap “alhamdulillah”, akan tetapi memanfaatkan dengan menggunakan berbagai instrumen (pemberian) Allah dengan sebaik-baiknya.
Adapun Implementasi Pendidikan di Indonesia ialah sesuai dengan Tujuan pendidikan Indonesia yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, brakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, manidri dan menjadi WN yang demokratis dan bertannggungjawab (UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 3). Hal ini senada dengan tujuan manusia diciptakan yakni menjadi hamba (‘ibad) yang sholeh, yang mengambakan diri kepada Nya. Manusia yang menghamba adalah manusia yang tetap mencari kebahagiaan hidup di Dunia semximal mungkin dan mempersiapkan dirinya untuk menuju Akhrat, yang mana semua sikap, perkataan, perilaku harus dibingkai dengan nilai-nilai islam mulai dr planning, procces, dan produc (output). Lalu integrasi dan interkoneksi dengan Pendidikan Islam ialah pada hakikatnya pengembangan potensi manusia (seperti akal, emosi, hati) dan perkataan, tingkah laku berdasarkan nilai-nilai islam, sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dalam hidup dan kehidupannya dengan tujuan agar dapat merealisasikan fungsi hidupnya sebagai kholifah di Bumi, dn sebagai hamba yang terus Menerus mengabdi kepada Nya.
Pesan, Motivasi dan Harapan dari Orang-orang yang telah menjadi Bagian Hidupku dari Proses Perjalanan Panjangku.
1.      Harus Seimbang antara Dunia dan Akhirat (Ibu Ny.Hj.Siti Syamsiyyah DZ)
2.      Pendidikan adalah Merubah Cara Hidup, Menemukan Jati diri serta Membangun Citra Diri (Prof.Dr.Sutrisno, M.Ag).
3.      Long Life Education dn teruslah berbuat baik kepada siapapun (Dosen Eni Munawwaroh, M.Si)
4.      Fokus dan Jangan lewatkan peluang dan kesempatan (H.Rohan, M.Pd)
5.      Hanya diri sendiri yang Mampu merubah dirinya Sendiri (Bpk Syarmidi dn Ibu Sudariyah)
6.      Hidup adalah Perjalanan Mencari Ilmu yang Tiada Habisnya (A.Anis Abdullah,M.Sc)
7.      Jangan pernah Berhenti Belajar. Kelak ketika kalian (murid2) telah mmaksimalkan usaha dan menggenapkan dengan Doa tetapi kalian tidak menjadi orang yang berhasil (Cita-cita da keinginan) tidak teralisasikan dan belajar mu tidak mendatangkan Manfaat sedikitpun kepadamu, maka TEMUI saya dan ludahi Wajah saya ! (Ngendikanipun Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I.)
8.      Hormati, muliakan dan berbaktilah pada ibu bapak (Zainuri Hasan, S.Tp dan Ahmad Mahsun serta kedua kakakku mbak leha dan mbak Isti)
9.      Kembangkan Skill Komparatif dan Ciptakan Sebab agar Allah memberikan Akibat (Dr.Karwadi, M.Ag).
10.  berdzikir dan selalu Bertaqorrub kepada Nya, agar dipermudah dalam Menuntut Ilmu (M.Miqdam Musawwa, S.Si)
11.  Jadilah Bintang, diantara Bintang-bintang yang Lainnya (Ibu Rita Yuana, S.Pd)
12.  Mind Set Mempengaruhi Segalanya (Prof.Dr.Maragustam Siregar, M.A).
13.  Biasakan disiplin Waktu (Ibu  Noor Aini, S.Pd)
14.  Jadilah Agent Of Change, maju mudurnya Bangsa ada di tangan Pemudanya (Ibu Nur Rohmah, M.Pd)
15.  Seorang Guru akan amat bahagia apabila kalian (murid2) telah berhasil lalu mengabari kami (Bpk.Syaifulani, M.Pd, M.Pd.I)
16.  Wujudkan Mimpi dan Cita-Cita dengan Niat, Usaha dan Semangat (Dr.Bunda Hibana Yusuf)
17.  Ilmu di dapat dengan Usaha bukan dengan angan-angan semata, Action dan Dare to Dream (Nur Istiana dan Lathifaturrohmah Sahabat Terbaiku)
18.  Dan orang-orang yang ada dan pernah hdir dalam hidupku yang mungkin kerena keerbatasan penulis serta Para Pembaca yang tidak bisa disebut satu persatu,

Minggu, 04 September 2016

(My Lecturer Education of Science).
 This is memory when i two (2) Semester at State Islamic University of Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

Prof....i'm sick to you, may Allah give you happiness fiddin waddunya hattal akhiroh, and i always remember your advice "We must improve our selves to be good human, try try and try to get success and realize our dream with dare to dream and make it happen, be a good human because "Khoirunnaas Anfa'uhum Linnaas"

 Prof.Dr­.H.Sutrisno, M.Ag tak hanya mentransfer materi kuliah saja, akan tetapi mengajarkan arti kehidupan, memotivasi dan memberikan arahan untuk menatap masa depan. Terlebih-lebih meyakinkan kami (para mahasiswa beliau) untuk berani bermimpi dan merealisasikannya. Terharu ketika beliau ngendiko : "usia sy sudah 50 an lebih, PR terbesar sy adalah MENGHASILKAN ANAK-ANAK HEBAT YANG KELAK AKAN MENERUSKAN PERJUANGAN SAYA dalam MEMBANGUN PENDIDIKAN DI INDONESIA". Tiap tatap muka di kelas, beliau tak henti-hentinya untuk memotivasi kami agar terus belajar dan meningkatkan skill Bahasa Asing terutama Arab dan English. Nasihat beliau pd kami : Masa MUDA adalah PENCAPAIAN JATI DIRI, MASA MUDA adalah PERJUANGAN, MASA MUDA adalah PROSES MENJADI, MASA MUDA adalah BEBAS SECARA FINANSIAL, MASA MUDA adalah MENGUKIR KESUKSESAN.....
 PENDI­DIKAN ADALAH MERUBAH CARA HIDUP dan MEMBANGUN CITRA DIRI, Nak!
SIBUKKAN WAKTU MUDAMU untuk mengaji, membaca,hadir di seminar-seminar, kursus bahasa, kembangkan skill komparatif dan menejemen waktu dengan baik. MAKA KALIAN AKAN MENJADI ORG HEBAT, LEBIH daripada saya.-nasihat beliau yg sll terngiang-ngiang....­.

Doa Terbaik selalu mengiringi tiap langkah panjenengan, Prof. Semoga Allah Menganugrahkan umur panjang dan barokah, hingga kelak Panjenengan dapat melihat kami Suksess dan berhasil dalam merealisasikan mimpi dan cita-cita, bimbing dan dampingi kami untuk menitih langkah kecil dalam Meraih Ridho-Nya.

Dan mungkin seumur hidup hanya di semester 2 inilah kami dapat bertatap muka langsung  denganmu, tetapi besar harapan Semoga Allah selalu mempertemukan kita kembali. Dan bersama-sama dalam Membangun Pendidikan di Indonesia.
Dan saya masih Semangat dengan "Lecturer Islamic Education".

Harus membuat Kurikulum hidup sejak sekarang, Terimakasih Prof....


ABOUT THE PLAN OF MY FUTURE
(Senin, 5 September 2016 adalah Kuliah Perdana-ku di semester 3. Semangat adalah Kunci segala hal).
ini foto saya bersama Umar, anak dari Jeddah umur 10 tahun. Foto ini mendeskripsikan seorang ibu dan anaknya.

 وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لاَ يَخْرُجُ إِلاَّ نَكِداً كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُون

Arti : Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur. (Al-A’rof :58).

Ayat tsb yang memotivasi dan menginspirasi sy untuk menyadari apa, siapa dan bagaimana diri ini. Seperti apapun seorang wanita, mau tak mau kelak akan menjadi seorang IBU. Klu ngendikane Yai Chudhori  ayat tsb dpt dipahami bahwa tanah itu ibarat orangtua, dan tanaman itu ibarat anak nya. Jadi, sejatinya klu diri kita baik insyaallah dzurriyah kita pun juga akan baik (factor hereditas) begitupula sebaliknya. Ya meskipun klu membahas ttg Pembentukan jati diri manusia pasti tdk akan pernah terlepas dr Faktor hereditas, Lingkungan dan kehendak bebas manusia atas Hidayah Allah SWT.

Tetapi, tulisan sy kali ini menitikberatkan pada pembahasan Hereditas. Masih sy ingat smpe sekarang, ngendikanipun Kyai Luthfi, M.Pd (Guru Tafsir Aliyah) bahwasannya “Mencetak Keturunan Harus dimulai sejak sekarang”. Ya dengan cara apa yg kita lakukan sekarang di Niatkan untuk dzurriyah kita kelak, agar mereka sperti kita (bahkan bisa lebih daripada kita), kalau kata mba Lathif, dengan cara “Mengindahkan Cetakannya. Kita ngaji, kita kuliah, kita bertholabul ‘ilm sejatinya untuk  mendidik anak2 kita kelak”.

Wanita lah yang akan mengandung, melahirkan, menyusui dan menjadi Madrasatul ulaa bagi anak2 nya. Membesarkan dan mendidik anak2 dg susu tauhid, Mengajarkan Gagahnya Perjuangan nan Indahnya Kesabaran serta Keikhlasan. Hingga pada akhirnya menjadi bu Nyai bagi anak-anak sekaligus Navigator bagi suaminya. Bukankah dibalik laki-laki yang hebat dibelakangnya ada wanita yang hebat pula? Hhh

Banyak sahabt sy yang bilang begini “mukaromah kamu narget nikah nggak, jangan karena semangat bertholabul ‘ilm menjadikanmu lupa akan Sunnah Rasul”. Ku balas dgn senyum smbil bilang “besok klu kulo nikah, njenengan rewang dan nginep di rumah yaa”. Wkwk
Yang namanya wanita, seperti apapun dia pasti punya keinganan menikah. Menikah adalah sesuatu hal yang Sakral, yang harus dipikirkan matang-matang. Memilih seorang Partner (suami/istri) yang memang benar2 bisa Mendidik, dididik, bertanggungjawab dan saling mendukung serta  memotivasi. Karena Lika-liku dalam rumah tangga tak semudah yang dipikirkan banyak orang. Maka seharusnya, pada saat “Single” seperti ini dijadikan proses utk perbaikan kualitas hidup dengan belajar menjadi seorang Ayah ataupun Ibu bagi anak-anak kelak. Sehingga, jika sudah tiba waktunya menikah , lika liku apapun yang terjadi tidak akan kaget dan dengan berbekal pengalaman maka akan siap (menjadi imam /pun makmum) yang baik dan bertanggungjawab dengan mendidik anak-anak “bi tarbiyatin hasanatin”. Aaamiiin InsyaAllah

Berbicara tentang pernikahan, sy jadi teringat kedua mbak-ku. Satu hal yang membedakanku dengan mereka ialah “mereka Nikah muda”, ya selesai mondok mereka langsung ijab sah. Alhamdulillahnya, dapat suami yang selisihnya 8 smpe 10 tahun, sehingga bisa momong mbak. Bagaimana sih Nikah Muda itu? Sebenarnya tidak jadi masalah nikah muda itu, tetapi yang harus diingat ialah hidup hanya sekali. Ibarat bunga, baru mekar kok udah dipetik orang? Bukankah Masa remaja adalah masa ke-emasan? Masa dimana seluruh kekuatan dan potensi menjadi satu. Ya tak apa, selagi si suami nggak labil. Karena menurut penelitian, kedewasaan seorang wanita dan laki2 itu berbeda, ya meski tak bisa dipungkiri dewasa bukan karena umur tapi karena pengalaman. So, semua harus direncanakan dengan sebaik mungkin karena tugas kita Berusaha dan berdoa selebihnya serahkan pd Allah.

Sy sering mengajak sharing pada sahabat perempuan dan laki-laki. Yang dr perempuan curhatnya takut berpendidikan tinggi karena khawatir tidak di dekati oleh Laki-laki, shingga berimplikasi pada “telat nikah”, dan yang dari laki-laki sendiri takut mendekati wanita yang “lebih” daripada dirinya, takut diatur istri, takut tidak dapat menjadi kawan diskusi yg baik dsb sehingga memang telah termindset hal seperti itu dibenak “sebagian” laki-laki. Kenapa sy mengatakan sebagian ? Karena sy yakin, sebagian laki-laki menginginkan anak-anaknya terlahir dari Rahim perempuan yang cerdas, seorang istri yang nyambung ketika diajak diskusi dalam hal apapun itu, seorang istri yg sll memotivasi sekaligus menjadi partner yg baik bagi dirinya, seorang istri yg  mampu memahami dan memaknai setiap hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Akhirnya, sy sahringkan hal ini pada dosen sy yakni bu dosen Muna dan Prof. Sutrisno, 

Ngendikane bu dosen Muna: “didalam hidup berumah tangga yang terpenting bukan masalah yg mempimpin dan yang dipimpin, tetapi sejatinya ialah siapa yang mau mengerti dan memahami dalam konteks berjalan bersama demi kehidupan yang damai. Dan dalam realita disebut laki-laki adalah pemimpin agar ada rasa hormat antara si istri pada suaminya dan tentu  Wanita yang berpendidikan, jika ia telah menginternalisasikan hakikat pendidikan maka ia akan menjadi makmum yang baik didalam rumah tangganya”.

Ngendikane Prof. Sutrisno, beliau mengatakan hal yg sama seperti yang diutarakan bu dosen Muna, tambahannya begini “bagi sorang wanita jangan takut untuk berpendidikan tinggi, karena kelak wanita adalah Madrasatul ulaa bagi anak-anaknya dan jangan pula khawatir tidak didekati laki-laki apalagi telat menikah, hanya laki-laki yang berpikiran dangkal bahwa pendidikan menjadi jurang pembatas untuk saling kenal mengenal. Banyak laki-laki yang doktor dan prof. yang masih single, begitu katanya.. hhh

Terlepas dari itu semua, sy masih ingat ada seorang laki-laki yang bertanya padaku seperti ini “apakah wanita menginginkan seorang laki-laki yang lebih dlm hal “segalanya?”.
Sy hanya menjawab berdasar apa yang telah sy alami dan rasakan. Klu dalam hal “segalanya” menurutku itu langka. Bukankah no body is perfect? Klu dalam pernikahan, selain menyatukan 2 keluarga dan 2 insan, sejatinya itupun juga untuk saling melengkapi. Lalu kata “lebih” disitu dalam hal apa? Ya memang ada wanita yang bertipe high class, tetapi high class yang bagaimana? ada wanita yang ber-tipe “putra kiyahi/gus” (segi nasab), tetapi apa itu menjamin segalanya ? Menurutku, Nasab itu bisa dibuat dengan cara Memperbaiki dan Mengindahkan cetakannya (diri kita sendiri), ketika seorang laki2 baik bertemu dengan seorang wanita yang baik-baik, InsyaAllah outputnya pun juga akan baik. Nahh mayoritas seorang wanita menginginkan seorang laki2 yang sholeh dan Agama nya baik serta ia berhasil (Sukses) karena “tirakatnya sendiri” dalam arti Karena perjuangan, kerja keras dan prestasinya bukan karena latarbelakang keluarganya dalam artian dia pasif, tidak mau hardwork hanya mengandalkan nasab semata.

رَبِّ هَبْ لى‏ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء

Terakhir, ketika aku mengeluh, merasa lelah, penat dan malas, Bapak selalu menasihatiku dengan “Hanya dirimu sendirilah yang Mampu Merubah dirimu Sendiri”.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

NB : Ini foto kulo sama anak Jeddah, Umar namanya. Umur 10 th, lokasi di Brilliant English Course, Pare Kediri.

Sejatinya Hidup adalah Perjalanan Mencari Ilmu yang Tiada Habisnya, Man Jadda Wajada wa Man Saaro ‘Ala Darbi Washola !

Salam, mukaromah Mahasiswi PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jumat, 02 September 2016

ALL ABOUT NUR ISTIANA, (My Best Friend)

Ini sahabat terbaiknya mukaromah, perkenalan dlu yaaa.
Mba Nur Istiana adalah Ketua PAC IPPNU Kecamatan Pleret. Santri di PP.Nahdlatussubban dibawah asuhan Bp.KH.Wazi, Kanggotan Pleret Bantul. Alamat rumah di Grojogan, Banguntapan Bantul dan Mahasiswi semester 3 Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Motto Hidupnya ialah Khoirunnaas Anfa'uhum Linnaas.

Jadikanlah org yg melihatmu ingin sepertimu, yang mengenalmu selalu mendoakanmu dan yg mendengar tentangmu ingin menemuimu.
Tak banyak kata yg mampu ku tulis, hanya teriring doa untukmu. Biarlah Kehidupan yang akan bercerita tentang kisah kita, tentang perjalanan hidup kita, tentang perjuangan kita dan tentang Mimpi, Cita dan Cinta yg kita miliki sampai Allah memisahkan kita hingga pd Akhirnya dipertemukan kembali di Jannah Nya.. Nur Istiana namanya, energik ramah, cerdas, shalihah dan kl udh denger suaranyaaa...bikin nyes di kalbu. Aktivis kampus, Santri dan Pejuang ummat yg berkiprah di NU. Mukaromah byk belajar organisasi dn belajar kehidupan dengan nya. makasih ya mba Anna.

Allah mempertemukanku dengan nya pertama kali ketika Ekstra Arabic Club di MAN Wonokromo Bantul hingga smpe sekarang di UIN Jogja meski beda Jurusan, Selain itu juga sahabat seperjuangan di PAC IPPNU. Semangatnya Luar Biasa. Ini yg kadang bikin kulo iri .
Klu ada acara apa2 sll bareng sm dia..
Dunia itu sempit mba, kelak pasti suami dan dzurriyah2 kita saling kenal mengenal.. Laa Tansaniy..

عسى اللّه ان يسهّل فى جميع امورنا.... آمين ربّ العالمين


Pesen dia ke kulo begini :
"mba mukaromah, carilah ilmu itu dengan belajar bukan dengan angan-angan". Artinya, Mimpi/cita-cita harus diselaraskan dengan usaha. Istiana nggak gumun sama mereka yang bicara panjang lebar tanpa ada realisasinya. Mumpung kita masih muda, yuk kuliahnya yang semangaat dan tebarkan kebaikan dimanapun kita berada. Karena sejatinya menjadi orang baik itu tidak akan rugi.

Jangan nyesel kenal sama mukaromah, ya mba Annaaa,
Ana uhibbu ilaiki fillah wa lillah. Fi dzilalil 'ilm InsyaAllah.