INTERNALISASI PENDIDIKAN
Dobalan, 5 Juni 2016 bertepatan
dengan hari bahagia Bu Dosen Eni Munawwaroh, M.Si,
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi.
Sumber : 1. Prof.Dr.H.Maragustam
Siregar, M.A, 2. Prof.Dr.H.Sutrisno, M.Ag (melalui Buku-buku Karya Kedua
Professor tadi dan penjelasan kedua nya saat Proses Perkuliahan). 3. Pemikiran
Fazlur Rahman about Education dan 4. Opini diri pribadi.
Usaha Sadar dan Terncana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan diinya,
masyarakat, Bangsa dan Negara (UU Sisidiknas nomor 20 tahun 2003).
Semangat merupakan elemen terpenting
manusia untuk melakukan segala hal, bahkan semangat dapat dimaknai sbg energy
dalam tubuh manusia termasuk sebagai pendukung dan penguat manusia untuk
merealisasikan apa yang di Cita-citakan sehingga manusia dapat
mengaktualisasikan dirinya dengan penuh kesadaran dan ke-optimisan. Dan Sosok
inilah yang menjadi Inspirator, Motivator sekaligus Semangatku untuk terus
menuntut ilmu, Beliau adalah Bu Dosen Eni Munawworoh, M.Si. Bukan karena pacar
ataupun apa, karena memang tidak punya. Hhh… Tau nggak bedanya Single sama
Jomblo ?
Bu Dosen Eni Munawworoh, yang sll dibelakangku, Yg
setia membangunkan ku ketika down, memotivasiku utk maju, mendampingiku bahkan
yg mengantarkan ku pertama kali ke UIN, menunjukkan jalan yg mudah dihafal utk
sampai UIN. Beliau juga yg selalu menasihatiku agar sll istiqomah dan
memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin termasuk menuntut ilmu. Beliauuuu yg
mengatakan langsung pd-ku BAHWA Seorang Wanita harus berpendidikan, harus mandiri,
harus ramah pada siapa saja, tanpa terkecuali sekalipun pd org yg tidak
menyukai kita karena hal itulah yg akan menjadi perhiasan dlm diri manusia. Aku mengenal
beliau sosok yg cerdas, gesit, mandiri, tangguh, baiik. Beliau sll bilang
padaku "Pintu rumah sll terbuka, silahkan kalau mw curhat atau tanya ttg
pelajaran kuliah dan atau pelajaran hidup”. Hanya doa yg mampu terucap utk ibu
beserta suami ( bpk H.Rohan, ) smg dimudahkan segalanya, diberikan umur panjang
nan barokah, diluaskan Rizqi nya dan amal terus mengalir utk kalian pak buk.
Aku berusaha agar dapat menjadi Santri sekaligus Mahasiswi kebanggaan
Panjengan. Long Life Education adalah Prinsip Bu Dosen Eni Munawwaroh beserta
suami. Mereka mengajarkan kepadaku arti Perjuangan, kerja Keras dan Semangat.
Bu Dosen beserta suami pula yang meyakinkan ku bahwa wanita yang haus akan ilmu
(mengenyam pendidikan formal) tidak akan
pernah menyesal dan rugi dalam hidupnya. Berkaitan akan hal ini, dalam Qs. Al-A’rof :
58 yang intinya ialah “tanah yang subur akan menumbuhkan tanaman-tanaman yang
subur dan tentunya dengan seizing Nya, sedangkan tanah yang gersang diatasnya
akan tumbuh tanaman2 yang meranggas dan merana. Ayat ini pula yang menjadi
motivasiku yang mana aku mengibaratkan Tanah adalah orangtua, sedangkan tanaman
adalah anaknya (factor hereditas) sedangkan ayat ini dapat pula bermakna
Pentingnya peran Lingkungan untuk
pembentukan jati diri manusia, dalam konteks ini adalah anak sebagai
hasil dari didikan orang tua yang berpendidikan dalam arti luas (di Pesantren
maupun di lembaga Formal sperti Sekolah dan Madrasah Formal) dalam artian
Mantan alumni Pondok pesantren dan atau Alumni Pendidikan Formal. Seperti
Nasihatnya Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I ketika penulis di Aliyah bahwasanya “Mencetak
Keturunan Harus dimulai sejak sekarang” dan itu yang sampai sekarang masih
terngiang-ngiang dikepala penulis. Karena pada hakikatnya Keturunan adalah Cerminan
dari orang tuanya, dan itu berkaitan erat dengan Faktor Hereditas, Lingkungan
dan Niat serta Semangat (Kehendak Pribadi atas Hidayah Allah) untuk berproses
lebih baik sehingga pembentukan jati diri dapat opimal. Yang utama dan yang
terpenting ialah Adanya USAHA Untuk menjadi insan yang baik, jika menjadi
orangtua optimlisasikan usaha bi tarbiyatin hasanatin. Sehingga Memahami segala
hal yang ada di Dunia ini tidak hanya serta merta Takdir, akan tetapi ada sebab
yang menyebabkan adanya akibat. Ngendikanipu Dr.Karwadi, M.Ag Mari Ciptakan
Sebab agar Allah mmberikan Akibat, dengan dasar dali Qs.Ar-Ro’du:11. Ini juga yang menjadi Motivasi terbesar
Bu Dosen Eni Munawworoh untuk terus lanjut Study dan menjai wanita yang
cerdas, mandiri serta terus belajar dalam segala hal, karena beliau yakin ibu
yang Cerdas akan melahirkan putra putri yang cerdas pula. Doa yang sll
kupanjatkan agar kelak hidup bersama partner yang selalu medukung dan
memotivasiku untuk terus bertholabul ‘ilm. Ku ucapkan banyak terimakasih, Selamat
Berkontribusi untuk Agama, Masyarakat Nusa dan Bangsa Dan Semangat Mendidik
Para Pendidik Bangsa dengan Bingkai-bingkai Keislaman, bu dosen Tercinta.
Berbicara mengenai Pendidikan ,
tentu tidak lepas dari kata Tholabul ‘ilm. Seperti yang kita telah ketahui
bersama, bahwasannya Agama Islam sangat mendorong manusia untuk menuntut ilmu,
bahkan kata iman selalu disertai dengn ilmu. Dalam Qs. Al Mujadalah : 11 “
Allah mengangkat orang-orang yang beriman daripada kamudan orang-orang yang
diberi ilmu dengn bebrapa derajat”. Qs.Az-Zumar :9 “nilai Orang-orang yang mengetahui (berilmu) sangat
beda dengan orang yg tidak mengetahui (tdk berilmu). Qs.Fathir:28 “Hamba yang
takut kepada Allah ialah ‘ulama’ (orang2 berilmu yang disertai dengan iman)
bakan dalam Qs.Ali Imron:79, “orang2 yang memiliki semngat tinggi mencari ilmu
dan terus menerus blajar disebut dengn
Robbni”(Prof.Maragustam Siregar,2015).
DaLam Qs.Al ‘Alaq 1-5, lafal iqro’
tidak hanya sebatas membaca dalam arti sempit (membaca Al Qur’an)tanpa memahami
isi ajaran nya, akan tetapi mengandung makna yang luar biasa yakni “dalamilah”,
“telitilah”, observasilah, eksperimenlah, dan teruslah menuntut ilmu sampai
Cita-Cita belajar dapat terealisasikan dengan obyeknya yakni Alam semesta, dan
diri Manusia yang berlandaskan pada ajaran Al Quran dan Sunnah Nabi. Berbicara mengenai diri manusia, bahwasannya
Allah menciptakan manusia dengan ahsanu taqwim wa Ahsanul kholiqin, Manusia di
anugrahi dengan pedengaran, penglihatan dan hati serta bakat, potensi,
kemampuan dan ketrampilan yang Luar biasa, Agar MANUSIA BERSYUKUR.
Bersyukur tentu tidak cukup hanya dengan mengucap “alhamdulillah”, akan
tetapi memanfaatkan dengan menggunakan berbagai instrumen (pemberian) Allah
dengan sebaik-baiknya.
Adapun Implementasi Pendidikan di
Indonesia ialah sesuai dengan Tujuan pendidikan Indonesia yakni berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan
YME, brakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, manidri dan menjadi WN
yang demokratis dan bertannggungjawab (UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal
3). Hal ini senada dengan tujuan manusia diciptakan yakni menjadi hamba (‘ibad)
yang sholeh, yang mengambakan diri kepada Nya. Manusia yang menghamba adalah
manusia yang tetap mencari kebahagiaan hidup di Dunia semximal mungkin
dan mempersiapkan dirinya untuk menuju Akhrat, yang mana semua sikap,
perkataan, perilaku harus dibingkai dengan nilai-nilai islam mulai dr planning,
procces, dan produc (output). Lalu integrasi dan interkoneksi dengan Pendidikan
Islam ialah pada hakikatnya pengembangan potensi manusia (seperti akal, emosi,
hati) dan perkataan, tingkah laku berdasarkan nilai-nilai islam, sehingga
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan,
akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dalam hidup dan kehidupannya
dengan tujuan agar dapat merealisasikan fungsi hidupnya sebagai kholifah di
Bumi, dn sebagai hamba yang terus Menerus mengabdi kepada Nya.
Pesan, Motivasi dan Harapan dari
Orang-orang yang telah menjadi Bagian Hidupku dari Proses Perjalanan Panjangku.
1.
Harus
Seimbang antara Dunia dan Akhirat (Ibu Ny.Hj.Siti Syamsiyyah DZ)
2.
Pendidikan
adalah Merubah Cara Hidup, Menemukan Jati diri serta Membangun Citra Diri
(Prof.Dr.Sutrisno, M.Ag).
3.
Long
Life Education dn teruslah berbuat baik kepada siapapun (Dosen Eni Munawwaroh,
M.Si)
4.
Fokus
dan Jangan lewatkan peluang dan kesempatan (H.Rohan, M.Pd)
5.
Hanya
diri sendiri yang Mampu merubah dirinya Sendiri (Bpk Syarmidi dn Ibu Sudariyah)
6.
Hidup
adalah Perjalanan Mencari Ilmu yang Tiada Habisnya (A.Anis Abdullah,M.Sc)
7.
Jangan
pernah Berhenti Belajar. Kelak ketika kalian (murid2) telah mmaksimalkan usaha
dan menggenapkan dengan Doa tetapi kalian tidak menjadi orang yang berhasil
(Cita-cita da keinginan) tidak teralisasikan dan belajar mu tidak mendatangkan
Manfaat sedikitpun kepadamu, maka TEMUI saya dan ludahi Wajah saya !
(Ngendikanipun Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I.)
8.
Hormati,
muliakan dan berbaktilah pada ibu bapak (Zainuri Hasan, S.Tp dan Ahmad Mahsun
serta kedua kakakku mbak leha dan mbak Isti)
9.
Kembangkan
Skill Komparatif dan Ciptakan Sebab agar Allah memberikan Akibat (Dr.Karwadi,
M.Ag).
10.
berdzikir
dan selalu Bertaqorrub kepada Nya, agar dipermudah dalam Menuntut Ilmu
(M.Miqdam Musawwa, S.Si)
11.
Jadilah
Bintang, diantara Bintang-bintang yang Lainnya (Ibu Rita Yuana, S.Pd)
12.
Mind
Set Mempengaruhi Segalanya (Prof.Dr.Maragustam Siregar, M.A).
13.
Biasakan
disiplin Waktu (Ibu Noor Aini, S.Pd)
14.
Jadilah
Agent Of Change, maju mudurnya Bangsa ada di tangan Pemudanya (Ibu Nur Rohmah,
M.Pd)
15.
Seorang
Guru akan amat bahagia apabila kalian (murid2) telah berhasil lalu mengabari
kami (Bpk.Syaifulani, M.Pd, M.Pd.I)
16.
Wujudkan
Mimpi dan Cita-Cita dengan Niat, Usaha dan Semangat (Dr.Bunda Hibana Yusuf)
17.
Ilmu
di dapat dengan Usaha bukan dengan angan-angan semata, Action dan Dare to Dream
(Nur Istiana dan Lathifaturrohmah Sahabat Terbaiku)
18.
Dan
orang-orang yang ada dan pernah hdir dalam hidupku yang mungkin kerena
keerbatasan penulis serta Para Pembaca yang tidak bisa disebut satu persatu,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar