Senin, 12 September 2016



INTERNALISASI PENDIDIKAN
Dobalan, 5 Juni 2016 bertepatan dengan hari bahagia Bu Dosen Eni Munawwaroh, M.Si,
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi.
Sumber : 1. Prof.Dr.H.Maragustam Siregar, M.A, 2. Prof.Dr.H.Sutrisno, M.Ag (melalui Buku-buku Karya Kedua Professor tadi dan penjelasan kedua nya saat Proses Perkuliahan). 3. Pemikiran Fazlur Rahman about Education dan 4. Opini diri pribadi.

Usaha Sadar dan Terncana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,  kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan diinya, masyarakat, Bangsa dan Negara (UU Sisidiknas nomor 20 tahun 2003).
Semangat merupakan elemen terpenting manusia untuk melakukan segala hal, bahkan semangat dapat dimaknai sbg energy dalam tubuh manusia termasuk sebagai pendukung dan penguat manusia untuk merealisasikan apa yang di Cita-citakan sehingga manusia dapat mengaktualisasikan dirinya dengan penuh kesadaran dan ke-optimisan. Dan Sosok inilah yang menjadi Inspirator, Motivator sekaligus Semangatku untuk terus menuntut ilmu, Beliau adalah Bu Dosen Eni Munawworoh, M.Si. Bukan karena pacar ataupun apa, karena memang tidak punya. Hhh… Tau nggak bedanya Single sama Jomblo ?
Bu Dosen Eni Munawworoh, yang sll dibelakangku, Yg setia membangunkan ku ketika down, memotivasiku utk maju, mendampingiku bahkan yg mengantarkan ku pertama kali ke UIN, menunjukkan jalan yg mudah dihafal utk sampai UIN. Beliau juga yg selalu menasihatiku agar sll istiqomah dan memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin termasuk menuntut ilmu. Beliauuuu yg mengatakan langsung pd-ku BAHWA Seorang Wanita harus berpendidikan, harus mandiri, harus ramah pada siapa saja, tanpa terkecuali sekalipun pd org yg tidak menyukai kita karena hal itulah yg akan menjadi perhiasan dlm diri manusia. Aku mengenal beliau sosok yg cerdas, gesit, mandiri, tangguh, baiik. Beliau sll bilang padaku "Pintu rumah sll terbuka, silahkan kalau mw curhat atau tanya ttg pelajaran kuliah dan atau pelajaran hidup”. Hanya doa yg mampu terucap utk ibu beserta suami ( bpk H.Rohan, ) smg dimudahkan segalanya, diberikan umur panjang nan barokah, diluaskan Rizqi nya dan amal terus mengalir utk kalian pak buk. Aku berusaha agar dapat menjadi Santri sekaligus Mahasiswi kebanggaan Panjengan. Long Life Education adalah Prinsip Bu Dosen Eni Munawwaroh beserta suami. Mereka mengajarkan kepadaku arti Perjuangan, kerja Keras dan Semangat. Bu Dosen beserta suami pula yang meyakinkan ku bahwa wanita yang haus akan ilmu (mengenyam pendidikan formal)  tidak akan pernah menyesal dan rugi dalam hidupnya.  Berkaitan akan hal ini, dalam Qs. Al-A’rof : 58 yang intinya ialah “tanah yang subur akan menumbuhkan tanaman-tanaman yang subur dan tentunya dengan seizing Nya, sedangkan tanah yang gersang diatasnya akan tumbuh tanaman2 yang meranggas dan merana. Ayat ini pula yang menjadi motivasiku yang mana aku mengibaratkan Tanah adalah orangtua, sedangkan tanaman adalah anaknya (factor hereditas) sedangkan ayat ini dapat pula bermakna Pentingnya peran Lingkungan untuk  pembentukan jati diri manusia, dalam konteks ini adalah anak sebagai hasil dari didikan orang tua yang berpendidikan dalam arti luas (di Pesantren maupun di lembaga Formal sperti Sekolah dan Madrasah Formal) dalam artian Mantan alumni Pondok pesantren dan atau Alumni Pendidikan Formal. Seperti Nasihatnya Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I  ketika penulis di Aliyah bahwasanya “Mencetak Keturunan Harus dimulai sejak sekarang” dan itu yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang dikepala penulis. Karena pada hakikatnya Keturunan adalah Cerminan dari orang tuanya, dan itu berkaitan erat dengan Faktor Hereditas, Lingkungan dan Niat serta Semangat (Kehendak Pribadi atas Hidayah Allah) untuk berproses lebih baik sehingga pembentukan jati diri dapat opimal. Yang utama dan yang terpenting ialah Adanya USAHA Untuk menjadi insan yang baik, jika menjadi orangtua optimlisasikan usaha bi tarbiyatin hasanatin. Sehingga Memahami segala hal yang ada di Dunia ini tidak hanya serta merta Takdir, akan tetapi ada sebab yang menyebabkan adanya akibat. Ngendikanipu Dr.Karwadi, M.Ag Mari Ciptakan Sebab agar Allah mmberikan Akibat, dengan dasar dali Qs.Ar-Ro’du:11.   Ini juga yang menjadi Motivasi terbesar Bu Dosen Eni Munawworoh untuk terus lanjut Study dan menjai wanita yang cerdas, mandiri serta terus belajar dalam segala hal, karena beliau yakin ibu yang Cerdas akan melahirkan putra putri yang cerdas pula. Doa yang sll kupanjatkan agar kelak hidup bersama partner yang selalu medukung dan memotivasiku untuk terus bertholabul ‘ilm. Ku ucapkan banyak terimakasih, Selamat Berkontribusi untuk Agama, Masyarakat Nusa dan Bangsa Dan Semangat Mendidik Para Pendidik Bangsa dengan Bingkai-bingkai Keislaman, bu dosen Tercinta.
Berbicara mengenai Pendidikan , tentu tidak lepas dari kata Tholabul ‘ilm. Seperti yang kita telah ketahui bersama, bahwasannya Agama Islam sangat mendorong manusia untuk menuntut ilmu, bahkan kata iman selalu disertai dengn ilmu. Dalam Qs. Al Mujadalah : 11 “ Allah mengangkat orang-orang yang beriman daripada kamudan orang-orang yang diberi ilmu dengn bebrapa derajat”. Qs.Az-Zumar :9 “nilai  Orang-orang yang mengetahui (berilmu) sangat beda dengan orang yg tidak mengetahui (tdk berilmu). Qs.Fathir:28 “Hamba yang takut kepada Allah ialah ‘ulama’ (orang2 berilmu yang disertai dengan iman) bakan dalam Qs.Ali Imron:79, “orang2 yang memiliki semngat tinggi mencari ilmu dan terus menerus blajar  disebut dengn Robbni”(Prof.Maragustam Siregar,2015).
DaLam Qs.Al ‘Alaq 1-5, lafal iqro’ tidak hanya sebatas membaca dalam arti sempit (membaca Al Qur’an)tanpa memahami isi ajaran nya, akan tetapi mengandung makna yang luar biasa yakni “dalamilah”, “telitilah”, observasilah, eksperimenlah, dan teruslah menuntut ilmu sampai Cita-Cita belajar dapat terealisasikan dengan obyeknya yakni Alam semesta, dan diri Manusia yang berlandaskan pada ajaran Al Quran dan Sunnah Nabi.  Berbicara mengenai diri manusia, bahwasannya Allah menciptakan manusia dengan ahsanu taqwim wa Ahsanul kholiqin, Manusia di anugrahi dengan pedengaran, penglihatan dan hati serta bakat, potensi, kemampuan dan ketrampilan yang Luar biasa, Agar MANUSIA BERSYUKUR. Bersyukur tentu tidak cukup hanya dengan mengucap “alhamdulillah”, akan tetapi memanfaatkan dengan menggunakan berbagai instrumen (pemberian) Allah dengan sebaik-baiknya.
Adapun Implementasi Pendidikan di Indonesia ialah sesuai dengan Tujuan pendidikan Indonesia yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, brakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, manidri dan menjadi WN yang demokratis dan bertannggungjawab (UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 3). Hal ini senada dengan tujuan manusia diciptakan yakni menjadi hamba (‘ibad) yang sholeh, yang mengambakan diri kepada Nya. Manusia yang menghamba adalah manusia yang tetap mencari kebahagiaan hidup di Dunia semximal mungkin dan mempersiapkan dirinya untuk menuju Akhrat, yang mana semua sikap, perkataan, perilaku harus dibingkai dengan nilai-nilai islam mulai dr planning, procces, dan produc (output). Lalu integrasi dan interkoneksi dengan Pendidikan Islam ialah pada hakikatnya pengembangan potensi manusia (seperti akal, emosi, hati) dan perkataan, tingkah laku berdasarkan nilai-nilai islam, sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dalam hidup dan kehidupannya dengan tujuan agar dapat merealisasikan fungsi hidupnya sebagai kholifah di Bumi, dn sebagai hamba yang terus Menerus mengabdi kepada Nya.
Pesan, Motivasi dan Harapan dari Orang-orang yang telah menjadi Bagian Hidupku dari Proses Perjalanan Panjangku.
1.      Harus Seimbang antara Dunia dan Akhirat (Ibu Ny.Hj.Siti Syamsiyyah DZ)
2.      Pendidikan adalah Merubah Cara Hidup, Menemukan Jati diri serta Membangun Citra Diri (Prof.Dr.Sutrisno, M.Ag).
3.      Long Life Education dn teruslah berbuat baik kepada siapapun (Dosen Eni Munawwaroh, M.Si)
4.      Fokus dan Jangan lewatkan peluang dan kesempatan (H.Rohan, M.Pd)
5.      Hanya diri sendiri yang Mampu merubah dirinya Sendiri (Bpk Syarmidi dn Ibu Sudariyah)
6.      Hidup adalah Perjalanan Mencari Ilmu yang Tiada Habisnya (A.Anis Abdullah,M.Sc)
7.      Jangan pernah Berhenti Belajar. Kelak ketika kalian (murid2) telah mmaksimalkan usaha dan menggenapkan dengan Doa tetapi kalian tidak menjadi orang yang berhasil (Cita-cita da keinginan) tidak teralisasikan dan belajar mu tidak mendatangkan Manfaat sedikitpun kepadamu, maka TEMUI saya dan ludahi Wajah saya ! (Ngendikanipun Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I.)
8.      Hormati, muliakan dan berbaktilah pada ibu bapak (Zainuri Hasan, S.Tp dan Ahmad Mahsun serta kedua kakakku mbak leha dan mbak Isti)
9.      Kembangkan Skill Komparatif dan Ciptakan Sebab agar Allah memberikan Akibat (Dr.Karwadi, M.Ag).
10.  berdzikir dan selalu Bertaqorrub kepada Nya, agar dipermudah dalam Menuntut Ilmu (M.Miqdam Musawwa, S.Si)
11.  Jadilah Bintang, diantara Bintang-bintang yang Lainnya (Ibu Rita Yuana, S.Pd)
12.  Mind Set Mempengaruhi Segalanya (Prof.Dr.Maragustam Siregar, M.A).
13.  Biasakan disiplin Waktu (Ibu  Noor Aini, S.Pd)
14.  Jadilah Agent Of Change, maju mudurnya Bangsa ada di tangan Pemudanya (Ibu Nur Rohmah, M.Pd)
15.  Seorang Guru akan amat bahagia apabila kalian (murid2) telah berhasil lalu mengabari kami (Bpk.Syaifulani, M.Pd, M.Pd.I)
16.  Wujudkan Mimpi dan Cita-Cita dengan Niat, Usaha dan Semangat (Dr.Bunda Hibana Yusuf)
17.  Ilmu di dapat dengan Usaha bukan dengan angan-angan semata, Action dan Dare to Dream (Nur Istiana dan Lathifaturrohmah Sahabat Terbaiku)
18.  Dan orang-orang yang ada dan pernah hdir dalam hidupku yang mungkin kerena keerbatasan penulis serta Para Pembaca yang tidak bisa disebut satu persatu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar