Rabu, 14 Desember 2016



MANAH NYEGORO
Mukaromah (dobalan.blogspot.com)

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun, Ini hanyalah Untaian kata dari Mahasiswi Semester 3 dg segala kelemahan dan kekurangan nya, utk itu undzur maa qoola wa laa tandzur man Qoolaa dg berlandaskan pd Qs.An-Nisaa’: 1, al-A’raf : 189, Faathir:11 bahwa semua manusia adalah sama hanya ilmu, iman dn taqwa yg membedakan nya dan UUD '45 Pasal 28 tentang kebebasan berpendapat.

Hari ini, ada pelajaran berharga yg mukaromah dpt kan dr pengalaman hidup salah seorang sahabat seperjuangan yg Semangat nya luar biasa. Lelah, letih dn penat tak pernah dirasakannya. Yg ada dlm hidupnya ialah belajar, bekerja dan berdoa. Setiap hari dr pukul 15.00 - 23.00 ia bekerja di salah satu tempat makan utk menyambung hidup dan utk membiayai kuliah.
Bahkan tak jarang, tidur hanya 2-3 jam. Berangkat kuliah pukul 7 smpe dg 14.15 setelah itu lanjut kerja. Kerja dn kerja.

Yg mjd akar pembahasan tulisan ini adl "nitip TA (hny satu kali) itupun krn menggantikan partner kerja nya yang berhalangan dtg krna ada urusan yang sangat penting yang harus diselesaikan. Tapi sayangnya ketahuan oleh Seorang pendidik, dan akhirnya namanya di coret dr daftar absen. Menyedihkan bukan?

Karena ia merasa bersalah, kemudian minta maaf dn menghadap langsung pd pendidik tsb. Lalu pendidik tsb tanya "kenapa"? Kemudian dijelaskan lah semua itu, tapi sayangnya pendidik tersebut menyahut "saya tidak menerima alasan apapun".
Kita bisa membayangkan, bagaimana rasa nya. Sakit kan? Kalau hanya ingin bilang "tdk menerima alasan apapun" mengapa tanya "Sebab yg menyebabkan ia TA"???

Hidup itu tak selalu mulus, bagaikan roda yg berputar. Kadang di bawah kdg pula diatas. Hidup itu penuh kejutan, penuh misteri, penuh lika liku, perlu adanya perjuangan, semangat dan kerja keras. Perlu adanya rintikan air mata, keluh, kesat, penat, lelah. Hidup itu sekali, maka hiduplah yg berarti.

Apakah selamanya akan susah? Ingat, Allah bersama dg org2 yg senantiasa berbuat baik lagi bersabar. Hidup pasti berputar, sahabt. BersabarlahDescription: 👌🏻 Masih Ingat kisah perjalanan hidup Motivator Islam terkenal Dr.Ibrahim El Fikkiy? Beliau adalah warga negara Kanada yang berimigrasi dari Mesir. Elfiky muda adalah seorang atlittenis meja dan pernah tampil dalam pertandingan internasional di Jerman Barat pada tahun 1969. Setelah lulus dari sekolah perhotelan, beliau migrasi ke Kanada dan bekerja di sebuah restoran sebagaipencuci piring. Berbagai pekerjaan pun dilakukannya untuk bisa bertahan hidup di Kanada termasuk juga menjadi penjaga malam. Sampai akhirnya dia berhasil menapaki karir sebagai Genaral Manager di hotel berbintang 5. Beliau menekankan pentingnya seseorang untuk memiliki cita-cita. Dengan memilikinya, pasti seseorang itu akan punya terget. Dengan adanya target, ia akan bekerja keras untuk meraihnya.“Orang yang sukses mengetahui bahwa cita-cita adalah fondasi kemajuan. Tanpa adanya cita-cita, segala sesuatu akan terhenti. Tanpa tindakan dan kegigihan, maka kemajuan tidak akan pernah terjadi. Karena itu,Orang yang sukses selalu berusaha keras dalam meraih cita-cita dan menghadapi tantangan hidup, Ketika berbicara tentang takdir manusia, tepatnya saat menafsirkan ayat dalam Al-Quran yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”,(Qs. Ar-Ro'du:11) Dr. Ibrahim Elfiky mengatakan,“Tuhan sudah sangat jelas memberikan rambu-rambu betapa nasib seseorang tergantung dari usahanya. Untuk mengubah nasib harus dimulai dengan mengubah kebiasaan. Untuk bisa mengubah kebiasaan dimulai dengan mengubah pola pikir.Mind Set (Sudutpndang, paradigma ataupun pola pikir) dapat mempengaruhi segalanya. mukaromah teringat ngendikanipun bunda Hibana Yusuf, Orang yang berpikiran positif ketika memandang sesuatu itu sulit, ia mengatakan Pasti dapat diselesaikan. Tetapi orang yang berpikiran Negatif memandang segala sesuatu itu mudah namun Sulit untuk diselesaikan. Kuncinya adalah Optimis. Allah SWT tidak akan pernah mendzolimi hamba Nya, dalam menentukan suatu kehendak/ketetapan yang entah baik maupun buruk, Allah selalu memperhatikan dan mempertimbangkan usaha manusia itu sendiri.

Seperti yg telah kita ketahui bersama bahwasannya IQ, EQ dan SQ adalah 3 aspek yg saling berkaitan antara satu dg yg lainnya, ibarat sebuah sistem. Sistem tsb tak bisa berjalan dg baik manakala tak bersinergi dg sistem-sistem yg lain. Jika berkaca pd IQ, maximal hanya berperan 20%. Lalu selebihnya apa? Yakni EQ dan SQ.

Oleh karena itu, Cerdas saja tak cukup, tapi juga harus diimbangi dg hati/kalbu yg baik pula, yg biasa di sebut santri dg "Qolbun Salim".
EQ adl kemampuan seseorang utk mengerti, memahami dan memposisikan diri nya sbg org lain (yg mengalami sesuatu hal). satu contoh, mukaromah ambilkan dr kasus td adalah "sikap pendidik yg tak mau menerima alasan apapun padahal sebelumnya tanya sebab yg menyebabkan akibat kenapa ia TA"?
 
Akan lebih bijaknya jika seorang pendidik, tdk ngendiko “tidak menerima alasan”. Ya meski tak bisa dipungkiri, bahwa teman sy memang salah. Tapi akn lebih baik jika pendidik tersebut memahami, memberikan arahan dan nasihat yg baik serta memberikan motivasi kpd teman saya td. Jarang loh yaa ada anak didik yg mau bekerja keras, dn mandiri. Seharusnya "bangga" punya anak didik yg sperti itu, siapa tau kelak ia jd org besar dn berhasil. Kan nasib org tak ada yg tau.
Jika berkaca pd Psikologi pendidikan mengenai teori belajar behavioristik yg menekankan adanya reward dan punishment, memang hal itu perlu dipraktikkan agar mahasisw taat pd aturan. Sehingga, sikap disiplin dapat berjalan dg baik. Tapi akan lebih bijaknya manakala pendidik menghadapi sesuatu hal tsb (kasus tadi) dg memposisikan diri dengan berbagai kacamata dr berbagai sudut pandang yg berbeda.

bukankah in ahsantum ahsantum Li anfusikum wa in asa.tum falahaa. Org berbuat baik tdk akan rugi. Masih ingat dg kisah 2 mahasiswa dg Paderewski ? Mahasiswa trsbut mengumpulkan uang utk membiayai biaya pendidikan mereka dg menggelar konser piano Paderewski, tp tiket tak terjual dg hbis dn akhirnya 2 mahasiswa tsb menemui Paderewski dan menceritakan semuanya. Dg lantang Paderewski mengatakan "siap dtg di konser yg mereka adakan" tanpa mereka bayar sepeserpun (Gratis), singkat cerita 5 th berlalu 2 org mahasisw td mjd org sukses (Presiden) di AS sdgkan Paderewski saat itu menjabat sebagai Perdana Mentri Polandia. Karena saat itu Polandia sdg mengalami masa paceklik / masa sulit, akhirnya Paderewski meminta bantuan pd Presiden AS yang mana beliau tdk tau bahwa Presiden tsb adalah "MAHASISWA" yg ia bantu dlu. Ya mngkin Paderewski telah lupa, tapi mahasiswa td tak akan pernah lupa atas kebaikan dn jasa Paderewski.

Kebaikan sekecil apapun yg org lain beri, sy yakin tak akan pernah dilupakan oleh org tsb meskipun yg memberi pertolongan tlh melupakan nya. Seseorang dikatakan sukses dn berhasil, manakala ia mampu memahami keadaan org lain dan dpt bermanfaat bagi Makhluk Nya. Fastabiqul Khoirot !

“Khoirunnaas anfa’uhum linnaas”. Semoga selalu dalam Naungan dan Ridho Nya, Tujuan Hidup ialah Ridho Ilahi Robbi.

Minggu, 06 November 2016



ALL ABOUT PAI B UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Oleh : Mukaromah

Dobalan, 7 November 2016 
 

 

Picture 1 : Keluarga besar PAI B foto bersama Prof.Dr.H.Sutrisno, M.Ag (Guru besar PAI Tarbiyah sekaligus dosen Ilmu Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

            PAI B UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berjumlah 55 orang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Disini, kami satu visi, satu misi dan satu tujuan yakni “Bertholabul ‘ilm, melawan kebodohan dan penindasan”. Sebagaimana Wahyu yang pertama kali turun yakni Qs.Al-‘Alaq 1-5. Lafal iqro’ tak hanya dimaknai dengan membaca Qur’an saja. Akan tetapi yang lebih dari itu ialah membaca, mempelajari dan mengamalkan isi Qur’an wal hadist, membaca segala hal yaang tersebar di bumi berupa ayat-ayat kauniyyah dan segala hal yang ada dalam diri manusia yang berupa ayat-ayat insaniyyah. Sungguh, manusia mempunyai potensi yang luarbiasa yang dengan hal itu manusia bisa lebih hebat dan lebih mulia daripada Malaikat, akan tetapi manusia pun juga bisa lebih hina daripada iblis dan syaitahan, manakala manusia tidak bisa mengendalikan nafsu nya dengan baik. Adapun implementasi Qs.Al Alaq tersebut ialah Mahasiswa sebagai Agent Of Change harus bisa menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berintelektual nan berkarakter. Mahasiswa harus kritis, harus peka terhadap lingkungan, harus haus akan ilmu, harus sering-sering diskusi . Karena hal itu semua yang akan menjadikan belajar dibangku kuliah terasa bermakna dan terkenang sepanjang masa. Namun, belajar, presentasi dan berdiskusi terasa garing manakala tidak ada canda tawa dan kebersamaan yang mengiringi setiap langkah nya. Oleh karena itu, untuk mempererat pasuduluran (persaudaraan) PAI B merencanakan dolan bareng (tadabbur alam) dengan pilihan wisata di DIY yakni Kebun Teh Nglinggo Kulon Progo, Pantai Gunung Kidul dan Rumah teh Rina di Purworjo, Jateng.



Picture 2: Rapat kelas PAI B yang diselenggarakan pada tanggal 2 November 2016 bertempat di Ruang 401 Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

            Rapat yang dihadiri oleh sebagian kelas PAI B tersebut membahas tentang tanggal dan tempat wisata  yang akan menjadi objek sasaran PAI B untuk melepas penat setelah UTS semester 3. Akhirnya dengan kesepakatan bersama, kami memilih tanggal 3 di Kebun Teh Nglinggo, Kulon Progo, DIY sebagai tempat tujuan dolan bareng sekaligus untuk mempererat persaudaraan.

 

                               Picture 2 : Sambil menunggu kawan-kawan yang ketinggalan.

            Pada tanggal 3 November 2016 pukul 08.30 kami berangkat dari UIN ke Kebun teh dengan mengendarai Sepeda motor. Jalan yang kami tempuh berlenggo-lenggok, curam dan bertebing. OLeh karena itu, wajar jika ada yang tertinggal jauh sehingga harus menunggu bermenit-menit dan akhirnya melanjutkan perjalanan kembali. Akhirnya tepat pada pukul 11.45 kami sampai juga di Kebun teh Nglinggo, Kulon Progo, DIY. Hanya dengan biaya 5.000/orang kami sudah bisa menikmati view Kebun Teh yang sangat mempesona. Murah bukan? Setelah itu kami parker dan istirahat sejenak sambil berwudhu dan menunggu adzan Dzuhur tiba. 


                        Picture 3 : Sholat berjamaah dengan imam Bang Lazuardi Aghsat Sukmawan.

            Seusai Sholat dzuhur berjamaah, kami berkumpul sebentar untuk bermusyawarah teknis acara yang dipimpin oleh ketua panitia PAI B yakni Bang Bayu Kuncoro Aji dan Jeng Diah asli Cilacap. Adapun hasil musyawarah tersebut ialah, di acara inti akan ada permainan “Tell and give appreciation to the name that has been listed in the paper that has been in share” (Menceritakan sekilas dan memberikan apresiasi kepada nama yang ada di kertas yang telah dibagikan secara acak)


Picture 4 : on the way muncak kebun teh Nglinggo Kulon Progo DIY

Kami melanjutkan perjalanan naik ke kebun teh dengan menempuh jarak sekitar 4 meter dari tempat sholat. Di sepanjang jalan kami bernyanyi “Darah juang” sambil menghayati tiap liriknya. Selain itu kami juga saling bersendau gurau dan cerita ngalor ngidul. Hihi


Picture 5: buat kenang-kenangan

Tanpa disadari 15 menit kemudian kami sampai juga di puncak kebun teh nglinggo Kulon Progo, .


Picture 6 : Kebersamaan Keluarga Besar PAI B

            Bagi kami, kebersamaan adalah hal yang paling berharga. Selama 3 semester ini kami lalui bersama suka dan duka nya menjadi mahasiswa. Kemarin akhir semester  1 kami ngadain Sikrab di Pantai Goa Cemara dan di semester 2 kami mengadakan dolan bareng ke Gunungkidul, saat ini hanya dengan cara seperti itulah kami menjaga kekompakan, kebersamaan, ukhuwwah, kepekaan dan tentunya susah seneng harus bareng-bareng. Saat-saat seperti itulah yang akan kami rindukan kelak saat telah lulus dan mengabdi di daerah masing-masing.

Picture 6: Makan bareng Keluarga PAI B

Kata Orang jawa “makan tak makan yang penting ngumpul”. Kata-kata itulah yang selalu kami ingat sepanjang masa. Meski makanan hanya sedikit, lebih asyik kalau makan nya bareng-bareng. Sik penting guyup rukun. Hehe
            Setelah makan bareng, agenda selanjutnya ialah Permainan “Tell and giving appreciation “. Ibrah yang dapat diambil dari permainan tersebut ialah Mengingat jasa dan menceritakan karakteristik individu yang tercantum dalam kertas yang telah dibagikan secara acak, kemudian temen-temen yang lainnya nebak siapakah yang dimaksud dalam cerita tersebut? Bang Zainal kah, Bang ipul kah, Om Sur kah, Mas Sidiq, bang Bayu kah? Atau Jeng diah, jeng Amalia, jeng Aya, jeng Nindi atau nyai Irma kah? Nahh hal itu masih menjadi misteri. Kemarin pas permainan ini, penulis menceritakan sosok laki-laki yang berkacamata, sederhana tapi ellegan, Sabar dan bijaksana. Dengan alamat rumahnya di Banguntapan Bantul, Yogyakarta. Orangnya mahir dalam hal IT (computer), biasa kami sebut teknisi. Dengan kakateristik fisik tinggi dan badan kekar, orangnya tak suka aneh-aneh. Beliau selalu ada untuk saya saat dalam masa-masa sulit, terutama pas masa-masa KRS kemarin, beliau suka menolong bahkan tak hanya menolong saya tetapi juga menolong teman-teman PAI 2015 yang kesulitan KRS atau ngajari computer gitu. Siapakah sosok tersebut? Tak lain dan tak bukan, yang dimaksud penulis ialah “Om Suryadi Febrianto”, penulis memberikan apresiasi berupa bunga dan seuntai doa yang InsyaAllah akan menemani ditiap langkahnya. (jangan diartikan aneh-aneh, ya….just Friend forever) :D


Picture 7: Suasana saat Mengukir mimpi dan Cita-cita

            Penulis  ingin menyampaikan sepatah kata bahwa Setiap hal apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu kala kita bersungguh-sungguh menjalaninya, maka akan berhasil. Dan keberhasilan itu tidak melihat darimana seseorang berasal. Sukses bisa terwujud selama ada keberanian bermimpi, mempunyai keinginan dan tekad yang kuat serta pantang menyerah untuk menggapainya (Intangible Capital) (modal yang tidak kasat mata) yang berupa Kesungguhan, tekad, Ghiroh dan Azam. Kita harus membuat kurikulum hidup dengan intangible capital. Ketahuilah sahabat, sebentar lagi kita akan memasuki era Mentrofokasi yakni memainkan peran berdasarkan prestasi, skill dan kompetensi bukan karena latar belakang keluarga ataupun nasab. Karena pada hakikatnya, hanya diri sendirilah yang mampu Merubah dirinya Sendiri (Qs.Ar-Ro’du:11), dan penulis lebih mengagumi orang yang berhasil karena “Tirakatnya sendiri” dalam arti karena usaha dan perjuangannya bukan karena Nasab orangtuanya atau latar belakang keluarganya

Picture 8: Bersatu membangun Indonesia yang lebih baik.

            Sebelum pulang, kami sempatkan foto bareng dan saling mengucap “thanks for today (TFT)”. Semoga kebersamaan ini akan terjalin selamanya, saat nanti kita punya anak cucu, santri, murid-murid dan mahasiswaa/i. Dimanapun dan seperti apapun Kita di MASA DEPAN ingatlah bahwa kita pernah susah seneng bareng, dolan bareng, nggarap tugas bareng, presentasi bareng, diskusi bareng,sekelas bareng, menuntut ilmu di Kampus Rakyat yang memang benar-benar merakyat. Biarlah waktu yang akan berbicara, mungkin kelak ada yang menjadi kiyahi, nyai, guru, dosen, bupati, gubernur, filusuf islam, teknisi computer, mentri atau bahkan presiden. Satu kata yang harus diingat ialah “Jadilah orang yang menginspirasi, navigator sekaligus motivator bagi orang lain, khususnya untuk anak-anak Indonesia. Saat kita lelah, penat dalam menghadapi mereka….katakan dan yakinkan dalam hati kita bahwa “SEMUA ANAK ADALAH HEBAT, hanya saja BELUM BERTEMU DENGAN PENDIDIK YANG HEBAT DAN MENGINSPIRASI.
            Allah created we to be in the world. We are in the world to fulfill a specific mission, so do anything and action for our dream with believe, dare to dream and make it happen. Be best for us come on. Teruslah Bermimpi dan Sertakan Allah di dalamnya…..Sungguh, Dialah sebaik-baik Pengabul Doa


Salam, Mukaromah Mahasiswi PAI Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Senin, 12 September 2016



INTERNALISASI PENDIDIKAN
Dobalan, 5 Juni 2016 bertepatan dengan hari bahagia Bu Dosen Eni Munawwaroh, M.Si,
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi.
Sumber : 1. Prof.Dr.H.Maragustam Siregar, M.A, 2. Prof.Dr.H.Sutrisno, M.Ag (melalui Buku-buku Karya Kedua Professor tadi dan penjelasan kedua nya saat Proses Perkuliahan). 3. Pemikiran Fazlur Rahman about Education dan 4. Opini diri pribadi.

Usaha Sadar dan Terncana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,  kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan diinya, masyarakat, Bangsa dan Negara (UU Sisidiknas nomor 20 tahun 2003).
Semangat merupakan elemen terpenting manusia untuk melakukan segala hal, bahkan semangat dapat dimaknai sbg energy dalam tubuh manusia termasuk sebagai pendukung dan penguat manusia untuk merealisasikan apa yang di Cita-citakan sehingga manusia dapat mengaktualisasikan dirinya dengan penuh kesadaran dan ke-optimisan. Dan Sosok inilah yang menjadi Inspirator, Motivator sekaligus Semangatku untuk terus menuntut ilmu, Beliau adalah Bu Dosen Eni Munawworoh, M.Si. Bukan karena pacar ataupun apa, karena memang tidak punya. Hhh… Tau nggak bedanya Single sama Jomblo ?
Bu Dosen Eni Munawworoh, yang sll dibelakangku, Yg setia membangunkan ku ketika down, memotivasiku utk maju, mendampingiku bahkan yg mengantarkan ku pertama kali ke UIN, menunjukkan jalan yg mudah dihafal utk sampai UIN. Beliau juga yg selalu menasihatiku agar sll istiqomah dan memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin termasuk menuntut ilmu. Beliauuuu yg mengatakan langsung pd-ku BAHWA Seorang Wanita harus berpendidikan, harus mandiri, harus ramah pada siapa saja, tanpa terkecuali sekalipun pd org yg tidak menyukai kita karena hal itulah yg akan menjadi perhiasan dlm diri manusia. Aku mengenal beliau sosok yg cerdas, gesit, mandiri, tangguh, baiik. Beliau sll bilang padaku "Pintu rumah sll terbuka, silahkan kalau mw curhat atau tanya ttg pelajaran kuliah dan atau pelajaran hidup”. Hanya doa yg mampu terucap utk ibu beserta suami ( bpk H.Rohan, ) smg dimudahkan segalanya, diberikan umur panjang nan barokah, diluaskan Rizqi nya dan amal terus mengalir utk kalian pak buk. Aku berusaha agar dapat menjadi Santri sekaligus Mahasiswi kebanggaan Panjengan. Long Life Education adalah Prinsip Bu Dosen Eni Munawwaroh beserta suami. Mereka mengajarkan kepadaku arti Perjuangan, kerja Keras dan Semangat. Bu Dosen beserta suami pula yang meyakinkan ku bahwa wanita yang haus akan ilmu (mengenyam pendidikan formal)  tidak akan pernah menyesal dan rugi dalam hidupnya.  Berkaitan akan hal ini, dalam Qs. Al-A’rof : 58 yang intinya ialah “tanah yang subur akan menumbuhkan tanaman-tanaman yang subur dan tentunya dengan seizing Nya, sedangkan tanah yang gersang diatasnya akan tumbuh tanaman2 yang meranggas dan merana. Ayat ini pula yang menjadi motivasiku yang mana aku mengibaratkan Tanah adalah orangtua, sedangkan tanaman adalah anaknya (factor hereditas) sedangkan ayat ini dapat pula bermakna Pentingnya peran Lingkungan untuk  pembentukan jati diri manusia, dalam konteks ini adalah anak sebagai hasil dari didikan orang tua yang berpendidikan dalam arti luas (di Pesantren maupun di lembaga Formal sperti Sekolah dan Madrasah Formal) dalam artian Mantan alumni Pondok pesantren dan atau Alumni Pendidikan Formal. Seperti Nasihatnya Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I  ketika penulis di Aliyah bahwasanya “Mencetak Keturunan Harus dimulai sejak sekarang” dan itu yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang dikepala penulis. Karena pada hakikatnya Keturunan adalah Cerminan dari orang tuanya, dan itu berkaitan erat dengan Faktor Hereditas, Lingkungan dan Niat serta Semangat (Kehendak Pribadi atas Hidayah Allah) untuk berproses lebih baik sehingga pembentukan jati diri dapat opimal. Yang utama dan yang terpenting ialah Adanya USAHA Untuk menjadi insan yang baik, jika menjadi orangtua optimlisasikan usaha bi tarbiyatin hasanatin. Sehingga Memahami segala hal yang ada di Dunia ini tidak hanya serta merta Takdir, akan tetapi ada sebab yang menyebabkan adanya akibat. Ngendikanipu Dr.Karwadi, M.Ag Mari Ciptakan Sebab agar Allah mmberikan Akibat, dengan dasar dali Qs.Ar-Ro’du:11.   Ini juga yang menjadi Motivasi terbesar Bu Dosen Eni Munawworoh untuk terus lanjut Study dan menjai wanita yang cerdas, mandiri serta terus belajar dalam segala hal, karena beliau yakin ibu yang Cerdas akan melahirkan putra putri yang cerdas pula. Doa yang sll kupanjatkan agar kelak hidup bersama partner yang selalu medukung dan memotivasiku untuk terus bertholabul ‘ilm. Ku ucapkan banyak terimakasih, Selamat Berkontribusi untuk Agama, Masyarakat Nusa dan Bangsa Dan Semangat Mendidik Para Pendidik Bangsa dengan Bingkai-bingkai Keislaman, bu dosen Tercinta.
Berbicara mengenai Pendidikan , tentu tidak lepas dari kata Tholabul ‘ilm. Seperti yang kita telah ketahui bersama, bahwasannya Agama Islam sangat mendorong manusia untuk menuntut ilmu, bahkan kata iman selalu disertai dengn ilmu. Dalam Qs. Al Mujadalah : 11 “ Allah mengangkat orang-orang yang beriman daripada kamudan orang-orang yang diberi ilmu dengn bebrapa derajat”. Qs.Az-Zumar :9 “nilai  Orang-orang yang mengetahui (berilmu) sangat beda dengan orang yg tidak mengetahui (tdk berilmu). Qs.Fathir:28 “Hamba yang takut kepada Allah ialah ‘ulama’ (orang2 berilmu yang disertai dengan iman) bakan dalam Qs.Ali Imron:79, “orang2 yang memiliki semngat tinggi mencari ilmu dan terus menerus blajar  disebut dengn Robbni”(Prof.Maragustam Siregar,2015).
DaLam Qs.Al ‘Alaq 1-5, lafal iqro’ tidak hanya sebatas membaca dalam arti sempit (membaca Al Qur’an)tanpa memahami isi ajaran nya, akan tetapi mengandung makna yang luar biasa yakni “dalamilah”, “telitilah”, observasilah, eksperimenlah, dan teruslah menuntut ilmu sampai Cita-Cita belajar dapat terealisasikan dengan obyeknya yakni Alam semesta, dan diri Manusia yang berlandaskan pada ajaran Al Quran dan Sunnah Nabi.  Berbicara mengenai diri manusia, bahwasannya Allah menciptakan manusia dengan ahsanu taqwim wa Ahsanul kholiqin, Manusia di anugrahi dengan pedengaran, penglihatan dan hati serta bakat, potensi, kemampuan dan ketrampilan yang Luar biasa, Agar MANUSIA BERSYUKUR. Bersyukur tentu tidak cukup hanya dengan mengucap “alhamdulillah”, akan tetapi memanfaatkan dengan menggunakan berbagai instrumen (pemberian) Allah dengan sebaik-baiknya.
Adapun Implementasi Pendidikan di Indonesia ialah sesuai dengan Tujuan pendidikan Indonesia yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, brakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, manidri dan menjadi WN yang demokratis dan bertannggungjawab (UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 3). Hal ini senada dengan tujuan manusia diciptakan yakni menjadi hamba (‘ibad) yang sholeh, yang mengambakan diri kepada Nya. Manusia yang menghamba adalah manusia yang tetap mencari kebahagiaan hidup di Dunia semximal mungkin dan mempersiapkan dirinya untuk menuju Akhrat, yang mana semua sikap, perkataan, perilaku harus dibingkai dengan nilai-nilai islam mulai dr planning, procces, dan produc (output). Lalu integrasi dan interkoneksi dengan Pendidikan Islam ialah pada hakikatnya pengembangan potensi manusia (seperti akal, emosi, hati) dan perkataan, tingkah laku berdasarkan nilai-nilai islam, sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan, akhlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dalam hidup dan kehidupannya dengan tujuan agar dapat merealisasikan fungsi hidupnya sebagai kholifah di Bumi, dn sebagai hamba yang terus Menerus mengabdi kepada Nya.
Pesan, Motivasi dan Harapan dari Orang-orang yang telah menjadi Bagian Hidupku dari Proses Perjalanan Panjangku.
1.      Harus Seimbang antara Dunia dan Akhirat (Ibu Ny.Hj.Siti Syamsiyyah DZ)
2.      Pendidikan adalah Merubah Cara Hidup, Menemukan Jati diri serta Membangun Citra Diri (Prof.Dr.Sutrisno, M.Ag).
3.      Long Life Education dn teruslah berbuat baik kepada siapapun (Dosen Eni Munawwaroh, M.Si)
4.      Fokus dan Jangan lewatkan peluang dan kesempatan (H.Rohan, M.Pd)
5.      Hanya diri sendiri yang Mampu merubah dirinya Sendiri (Bpk Syarmidi dn Ibu Sudariyah)
6.      Hidup adalah Perjalanan Mencari Ilmu yang Tiada Habisnya (A.Anis Abdullah,M.Sc)
7.      Jangan pernah Berhenti Belajar. Kelak ketika kalian (murid2) telah mmaksimalkan usaha dan menggenapkan dengan Doa tetapi kalian tidak menjadi orang yang berhasil (Cita-cita da keinginan) tidak teralisasikan dan belajar mu tidak mendatangkan Manfaat sedikitpun kepadamu, maka TEMUI saya dan ludahi Wajah saya ! (Ngendikanipun Yai Ahmad Lutfian Antoni, S.Th.I, M.Pd.I.)
8.      Hormati, muliakan dan berbaktilah pada ibu bapak (Zainuri Hasan, S.Tp dan Ahmad Mahsun serta kedua kakakku mbak leha dan mbak Isti)
9.      Kembangkan Skill Komparatif dan Ciptakan Sebab agar Allah memberikan Akibat (Dr.Karwadi, M.Ag).
10.  berdzikir dan selalu Bertaqorrub kepada Nya, agar dipermudah dalam Menuntut Ilmu (M.Miqdam Musawwa, S.Si)
11.  Jadilah Bintang, diantara Bintang-bintang yang Lainnya (Ibu Rita Yuana, S.Pd)
12.  Mind Set Mempengaruhi Segalanya (Prof.Dr.Maragustam Siregar, M.A).
13.  Biasakan disiplin Waktu (Ibu  Noor Aini, S.Pd)
14.  Jadilah Agent Of Change, maju mudurnya Bangsa ada di tangan Pemudanya (Ibu Nur Rohmah, M.Pd)
15.  Seorang Guru akan amat bahagia apabila kalian (murid2) telah berhasil lalu mengabari kami (Bpk.Syaifulani, M.Pd, M.Pd.I)
16.  Wujudkan Mimpi dan Cita-Cita dengan Niat, Usaha dan Semangat (Dr.Bunda Hibana Yusuf)
17.  Ilmu di dapat dengan Usaha bukan dengan angan-angan semata, Action dan Dare to Dream (Nur Istiana dan Lathifaturrohmah Sahabat Terbaiku)
18.  Dan orang-orang yang ada dan pernah hdir dalam hidupku yang mungkin kerena keerbatasan penulis serta Para Pembaca yang tidak bisa disebut satu persatu,