ALL ABOUT PAI B UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Oleh : Mukaromah
Oleh : Mukaromah
Dobalan, 7 November 2016
Picture 1 : Keluarga besar PAI B foto bersama Prof.Dr.H.Sutrisno,
M.Ag (Guru besar PAI Tarbiyah sekaligus dosen Ilmu Pendidikan UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta
PAI B UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta berjumlah 55 orang dari berbagai penjuru daerah di
Indonesia. Disini, kami satu visi, satu misi dan satu tujuan yakni “Bertholabul
‘ilm, melawan kebodohan dan penindasan”. Sebagaimana Wahyu yang pertama kali
turun yakni Qs.Al-‘Alaq 1-5. Lafal iqro’ tak hanya dimaknai dengan membaca
Qur’an saja. Akan tetapi yang lebih dari itu ialah membaca, mempelajari dan
mengamalkan isi Qur’an wal hadist, membaca segala hal yaang tersebar di bumi
berupa ayat-ayat kauniyyah dan segala hal yang ada dalam diri manusia yang
berupa ayat-ayat insaniyyah. Sungguh, manusia mempunyai potensi yang luarbiasa
yang dengan hal itu manusia bisa lebih hebat dan lebih mulia daripada Malaikat,
akan tetapi manusia pun juga bisa lebih hina daripada iblis dan syaitahan,
manakala manusia tidak bisa mengendalikan nafsu nya dengan baik. Adapun
implementasi Qs.Al Alaq tersebut ialah Mahasiswa sebagai Agent Of Change harus
bisa menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berintelektual nan berkarakter.
Mahasiswa harus kritis, harus peka terhadap lingkungan, harus haus akan ilmu,
harus sering-sering diskusi . Karena hal itu semua yang akan menjadikan belajar
dibangku kuliah terasa bermakna dan terkenang sepanjang masa. Namun, belajar,
presentasi dan berdiskusi terasa garing manakala tidak ada canda tawa dan
kebersamaan yang mengiringi setiap langkah nya. Oleh karena itu, untuk
mempererat pasuduluran (persaudaraan) PAI B merencanakan dolan bareng (tadabbur
alam) dengan pilihan wisata di DIY yakni Kebun Teh Nglinggo Kulon Progo, Pantai
Gunung Kidul dan Rumah teh Rina di Purworjo, Jateng.
Picture 2: Rapat kelas PAI B yang diselenggarakan pada tanggal 2 November 2016 bertempat di Ruang 401 Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Rapat yang
dihadiri oleh sebagian kelas PAI B tersebut membahas tentang tanggal dan tempat
wisata yang akan menjadi objek sasaran
PAI B untuk melepas penat setelah UTS semester 3. Akhirnya dengan kesepakatan
bersama, kami memilih tanggal 3 di Kebun Teh Nglinggo, Kulon Progo, DIY sebagai
tempat tujuan dolan bareng sekaligus untuk mempererat persaudaraan.
Picture
2 : Sambil menunggu kawan-kawan yang ketinggalan.
Pada tanggal 3
November 2016 pukul 08.30 kami berangkat dari UIN ke Kebun teh dengan
mengendarai Sepeda motor. Jalan yang kami tempuh berlenggo-lenggok, curam dan
bertebing. OLeh karena itu, wajar jika ada yang tertinggal jauh sehingga harus
menunggu bermenit-menit dan akhirnya melanjutkan perjalanan kembali. Akhirnya
tepat pada pukul 11.45 kami sampai juga di Kebun teh Nglinggo, Kulon Progo,
DIY. Hanya dengan biaya 5.000/orang kami sudah bisa menikmati view Kebun Teh
yang sangat mempesona. Murah bukan? Setelah itu kami parker dan istirahat
sejenak sambil berwudhu dan menunggu adzan Dzuhur tiba.
Picture
3 : Sholat berjamaah dengan imam Bang Lazuardi Aghsat Sukmawan.
Seusai Sholat
dzuhur berjamaah, kami berkumpul sebentar untuk bermusyawarah teknis acara yang
dipimpin oleh ketua panitia PAI B yakni Bang Bayu Kuncoro Aji dan Jeng Diah
asli Cilacap. Adapun hasil musyawarah tersebut ialah, di acara inti akan ada
permainan “Tell and give appreciation to the name that has
been listed in the paper that has been in share” (Menceritakan sekilas dan
memberikan apresiasi kepada nama yang ada di kertas yang telah dibagikan secara
acak)
Picture 4 : on the way muncak kebun teh Nglinggo Kulon Progo DIY
Kami melanjutkan perjalanan naik ke kebun teh dengan menempuh jarak
sekitar 4 meter dari tempat sholat. Di sepanjang jalan kami bernyanyi “Darah
juang” sambil menghayati tiap liriknya. Selain itu kami juga saling bersendau
gurau dan cerita ngalor ngidul. Hihi
Picture 5: buat kenang-kenangan
Tanpa disadari 15 menit kemudian kami sampai juga di puncak kebun
teh nglinggo Kulon Progo, .
Picture 6 : Kebersamaan Keluarga Besar PAI B
Bagi kami,
kebersamaan adalah hal yang paling berharga. Selama 3 semester ini kami lalui
bersama suka dan duka nya menjadi mahasiswa. Kemarin akhir semester 1 kami ngadain Sikrab di Pantai Goa Cemara
dan di semester 2 kami mengadakan dolan bareng ke Gunungkidul, saat ini hanya
dengan cara seperti itulah kami menjaga kekompakan, kebersamaan, ukhuwwah,
kepekaan dan tentunya susah seneng harus bareng-bareng. Saat-saat seperti
itulah yang akan kami rindukan kelak saat telah lulus dan mengabdi di daerah
masing-masing.
Picture 6: Makan bareng Keluarga PAI B
Kata Orang jawa “makan tak makan yang penting ngumpul”. Kata-kata
itulah yang selalu kami ingat sepanjang masa. Meski makanan hanya sedikit,
lebih asyik kalau makan nya bareng-bareng. Sik penting guyup rukun. Hehe
Setelah makan
bareng, agenda selanjutnya ialah Permainan “Tell and giving appreciation “.
Ibrah yang dapat diambil dari permainan tersebut ialah Mengingat jasa dan
menceritakan karakteristik individu yang tercantum dalam kertas yang telah
dibagikan secara acak, kemudian temen-temen yang lainnya nebak siapakah yang
dimaksud dalam cerita tersebut? Bang Zainal kah, Bang ipul kah, Om Sur kah, Mas
Sidiq, bang Bayu kah? Atau Jeng diah, jeng Amalia, jeng Aya, jeng Nindi atau
nyai Irma kah? Nahh hal itu masih menjadi misteri. Kemarin pas permainan ini,
penulis menceritakan sosok laki-laki yang berkacamata, sederhana tapi ellegan,
Sabar dan bijaksana. Dengan alamat rumahnya di Banguntapan Bantul, Yogyakarta.
Orangnya mahir dalam hal IT (computer), biasa kami sebut teknisi. Dengan
kakateristik fisik tinggi dan badan kekar, orangnya tak suka aneh-aneh. Beliau
selalu ada untuk saya saat dalam masa-masa sulit, terutama pas masa-masa KRS
kemarin, beliau suka menolong bahkan tak hanya menolong saya tetapi juga
menolong teman-teman PAI 2015 yang kesulitan KRS atau ngajari computer gitu.
Siapakah sosok tersebut? Tak lain dan tak bukan, yang dimaksud penulis ialah “Om
Suryadi Febrianto”, penulis memberikan apresiasi berupa bunga dan seuntai
doa yang InsyaAllah akan menemani ditiap langkahnya. (jangan diartikan
aneh-aneh, ya….just Friend forever) :D
Picture 7: Suasana saat Mengukir mimpi dan Cita-cita
Penulis ingin menyampaikan sepatah kata bahwa Setiap
hal apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu kala kita bersungguh-sungguh
menjalaninya, maka akan berhasil. Dan keberhasilan itu tidak melihat darimana
seseorang berasal. Sukses bisa terwujud selama ada keberanian bermimpi,
mempunyai keinginan dan tekad yang kuat serta pantang menyerah untuk
menggapainya (Intangible Capital) (modal yang tidak kasat mata) yang
berupa Kesungguhan, tekad, Ghiroh dan Azam. Kita harus membuat kurikulum hidup
dengan intangible capital. Ketahuilah sahabat, sebentar lagi kita akan memasuki
era Mentrofokasi yakni memainkan peran berdasarkan prestasi, skill dan
kompetensi bukan karena latar belakang keluarga ataupun nasab. Karena pada
hakikatnya, hanya diri sendirilah yang mampu Merubah dirinya Sendiri
(Qs.Ar-Ro’du:11), dan penulis lebih mengagumi orang yang berhasil karena
“Tirakatnya sendiri” dalam arti karena usaha dan perjuangannya bukan
karena Nasab orangtuanya atau latar belakang keluarganya.
Picture 8: Bersatu membangun Indonesia yang lebih baik.
Sebelum pulang,
kami sempatkan foto bareng dan saling mengucap “thanks for today (TFT)”. Semoga
kebersamaan ini akan terjalin selamanya, saat nanti kita punya anak cucu,
santri, murid-murid dan mahasiswaa/i. Dimanapun dan seperti apapun Kita di MASA
DEPAN ingatlah bahwa kita pernah susah seneng bareng, dolan bareng, nggarap
tugas bareng, presentasi bareng, diskusi bareng,sekelas bareng, menuntut ilmu
di Kampus Rakyat yang memang benar-benar merakyat. Biarlah waktu yang akan
berbicara, mungkin kelak ada yang menjadi kiyahi, nyai, guru, dosen, bupati,
gubernur, filusuf islam, teknisi computer, mentri atau bahkan presiden. Satu
kata yang harus diingat ialah “Jadilah orang yang menginspirasi, navigator
sekaligus motivator bagi orang lain, khususnya untuk anak-anak Indonesia. Saat
kita lelah, penat dalam menghadapi mereka….katakan dan yakinkan dalam hati kita
bahwa “SEMUA ANAK ADALAH HEBAT, hanya saja BELUM BERTEMU DENGAN PENDIDIK YANG
HEBAT DAN MENGINSPIRASI.
Allah created we
to be in the world. We are in the world to fulfill a specific mission, so do
anything and action for our dream with believe, dare to dream and make it
happen. Be best for us come on. Teruslah Bermimpi dan Sertakan Allah di
dalamnya…..Sungguh, Dialah sebaik-baik Pengabul Doa
Salam, Mukaromah Mahasiswi PAI Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta









