Rabu, 14 Desember 2016



MANAH NYEGORO
Mukaromah (dobalan.blogspot.com)

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun, Ini hanyalah Untaian kata dari Mahasiswi Semester 3 dg segala kelemahan dan kekurangan nya, utk itu undzur maa qoola wa laa tandzur man Qoolaa dg berlandaskan pd Qs.An-Nisaa’: 1, al-A’raf : 189, Faathir:11 bahwa semua manusia adalah sama hanya ilmu, iman dn taqwa yg membedakan nya dan UUD '45 Pasal 28 tentang kebebasan berpendapat.

Hari ini, ada pelajaran berharga yg mukaromah dpt kan dr pengalaman hidup salah seorang sahabat seperjuangan yg Semangat nya luar biasa. Lelah, letih dn penat tak pernah dirasakannya. Yg ada dlm hidupnya ialah belajar, bekerja dan berdoa. Setiap hari dr pukul 15.00 - 23.00 ia bekerja di salah satu tempat makan utk menyambung hidup dan utk membiayai kuliah.
Bahkan tak jarang, tidur hanya 2-3 jam. Berangkat kuliah pukul 7 smpe dg 14.15 setelah itu lanjut kerja. Kerja dn kerja.

Yg mjd akar pembahasan tulisan ini adl "nitip TA (hny satu kali) itupun krn menggantikan partner kerja nya yang berhalangan dtg krna ada urusan yang sangat penting yang harus diselesaikan. Tapi sayangnya ketahuan oleh Seorang pendidik, dan akhirnya namanya di coret dr daftar absen. Menyedihkan bukan?

Karena ia merasa bersalah, kemudian minta maaf dn menghadap langsung pd pendidik tsb. Lalu pendidik tsb tanya "kenapa"? Kemudian dijelaskan lah semua itu, tapi sayangnya pendidik tersebut menyahut "saya tidak menerima alasan apapun".
Kita bisa membayangkan, bagaimana rasa nya. Sakit kan? Kalau hanya ingin bilang "tdk menerima alasan apapun" mengapa tanya "Sebab yg menyebabkan ia TA"???

Hidup itu tak selalu mulus, bagaikan roda yg berputar. Kadang di bawah kdg pula diatas. Hidup itu penuh kejutan, penuh misteri, penuh lika liku, perlu adanya perjuangan, semangat dan kerja keras. Perlu adanya rintikan air mata, keluh, kesat, penat, lelah. Hidup itu sekali, maka hiduplah yg berarti.

Apakah selamanya akan susah? Ingat, Allah bersama dg org2 yg senantiasa berbuat baik lagi bersabar. Hidup pasti berputar, sahabt. BersabarlahDescription: 👌🏻 Masih Ingat kisah perjalanan hidup Motivator Islam terkenal Dr.Ibrahim El Fikkiy? Beliau adalah warga negara Kanada yang berimigrasi dari Mesir. Elfiky muda adalah seorang atlittenis meja dan pernah tampil dalam pertandingan internasional di Jerman Barat pada tahun 1969. Setelah lulus dari sekolah perhotelan, beliau migrasi ke Kanada dan bekerja di sebuah restoran sebagaipencuci piring. Berbagai pekerjaan pun dilakukannya untuk bisa bertahan hidup di Kanada termasuk juga menjadi penjaga malam. Sampai akhirnya dia berhasil menapaki karir sebagai Genaral Manager di hotel berbintang 5. Beliau menekankan pentingnya seseorang untuk memiliki cita-cita. Dengan memilikinya, pasti seseorang itu akan punya terget. Dengan adanya target, ia akan bekerja keras untuk meraihnya.“Orang yang sukses mengetahui bahwa cita-cita adalah fondasi kemajuan. Tanpa adanya cita-cita, segala sesuatu akan terhenti. Tanpa tindakan dan kegigihan, maka kemajuan tidak akan pernah terjadi. Karena itu,Orang yang sukses selalu berusaha keras dalam meraih cita-cita dan menghadapi tantangan hidup, Ketika berbicara tentang takdir manusia, tepatnya saat menafsirkan ayat dalam Al-Quran yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”,(Qs. Ar-Ro'du:11) Dr. Ibrahim Elfiky mengatakan,“Tuhan sudah sangat jelas memberikan rambu-rambu betapa nasib seseorang tergantung dari usahanya. Untuk mengubah nasib harus dimulai dengan mengubah kebiasaan. Untuk bisa mengubah kebiasaan dimulai dengan mengubah pola pikir.Mind Set (Sudutpndang, paradigma ataupun pola pikir) dapat mempengaruhi segalanya. mukaromah teringat ngendikanipun bunda Hibana Yusuf, Orang yang berpikiran positif ketika memandang sesuatu itu sulit, ia mengatakan Pasti dapat diselesaikan. Tetapi orang yang berpikiran Negatif memandang segala sesuatu itu mudah namun Sulit untuk diselesaikan. Kuncinya adalah Optimis. Allah SWT tidak akan pernah mendzolimi hamba Nya, dalam menentukan suatu kehendak/ketetapan yang entah baik maupun buruk, Allah selalu memperhatikan dan mempertimbangkan usaha manusia itu sendiri.

Seperti yg telah kita ketahui bersama bahwasannya IQ, EQ dan SQ adalah 3 aspek yg saling berkaitan antara satu dg yg lainnya, ibarat sebuah sistem. Sistem tsb tak bisa berjalan dg baik manakala tak bersinergi dg sistem-sistem yg lain. Jika berkaca pd IQ, maximal hanya berperan 20%. Lalu selebihnya apa? Yakni EQ dan SQ.

Oleh karena itu, Cerdas saja tak cukup, tapi juga harus diimbangi dg hati/kalbu yg baik pula, yg biasa di sebut santri dg "Qolbun Salim".
EQ adl kemampuan seseorang utk mengerti, memahami dan memposisikan diri nya sbg org lain (yg mengalami sesuatu hal). satu contoh, mukaromah ambilkan dr kasus td adalah "sikap pendidik yg tak mau menerima alasan apapun padahal sebelumnya tanya sebab yg menyebabkan akibat kenapa ia TA"?
 
Akan lebih bijaknya jika seorang pendidik, tdk ngendiko “tidak menerima alasan”. Ya meski tak bisa dipungkiri, bahwa teman sy memang salah. Tapi akn lebih baik jika pendidik tersebut memahami, memberikan arahan dan nasihat yg baik serta memberikan motivasi kpd teman saya td. Jarang loh yaa ada anak didik yg mau bekerja keras, dn mandiri. Seharusnya "bangga" punya anak didik yg sperti itu, siapa tau kelak ia jd org besar dn berhasil. Kan nasib org tak ada yg tau.
Jika berkaca pd Psikologi pendidikan mengenai teori belajar behavioristik yg menekankan adanya reward dan punishment, memang hal itu perlu dipraktikkan agar mahasisw taat pd aturan. Sehingga, sikap disiplin dapat berjalan dg baik. Tapi akan lebih bijaknya manakala pendidik menghadapi sesuatu hal tsb (kasus tadi) dg memposisikan diri dengan berbagai kacamata dr berbagai sudut pandang yg berbeda.

bukankah in ahsantum ahsantum Li anfusikum wa in asa.tum falahaa. Org berbuat baik tdk akan rugi. Masih ingat dg kisah 2 mahasiswa dg Paderewski ? Mahasiswa trsbut mengumpulkan uang utk membiayai biaya pendidikan mereka dg menggelar konser piano Paderewski, tp tiket tak terjual dg hbis dn akhirnya 2 mahasiswa tsb menemui Paderewski dan menceritakan semuanya. Dg lantang Paderewski mengatakan "siap dtg di konser yg mereka adakan" tanpa mereka bayar sepeserpun (Gratis), singkat cerita 5 th berlalu 2 org mahasisw td mjd org sukses (Presiden) di AS sdgkan Paderewski saat itu menjabat sebagai Perdana Mentri Polandia. Karena saat itu Polandia sdg mengalami masa paceklik / masa sulit, akhirnya Paderewski meminta bantuan pd Presiden AS yang mana beliau tdk tau bahwa Presiden tsb adalah "MAHASISWA" yg ia bantu dlu. Ya mngkin Paderewski telah lupa, tapi mahasiswa td tak akan pernah lupa atas kebaikan dn jasa Paderewski.

Kebaikan sekecil apapun yg org lain beri, sy yakin tak akan pernah dilupakan oleh org tsb meskipun yg memberi pertolongan tlh melupakan nya. Seseorang dikatakan sukses dn berhasil, manakala ia mampu memahami keadaan org lain dan dpt bermanfaat bagi Makhluk Nya. Fastabiqul Khoirot !

“Khoirunnaas anfa’uhum linnaas”. Semoga selalu dalam Naungan dan Ridho Nya, Tujuan Hidup ialah Ridho Ilahi Robbi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar