HUMAN RELATIONSHIP
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِير
Artinya : hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Salah satu tujuan Penciptaan manusia ialah untuk saling kenal mengenal. Dari situlah, muncul benih Kasih sayang, persaudaraan/ukhuwwah, toleransi, saling menghargai, menyayangi dan saling mendoakan antar sesama manusia. Dalam akhir Qs. Al baqarah Allah berfirman : Rabbanaa laa tuakhidznaa in nasiina au akhtha'naa.
Mengapa ayat tsb menggunakan redaksi AU bukan WA? Bukankah faktanya manusia itu tempatnya salah DAN lupa? Itulah bentuk Kasih sayang Allah yang ia curahkan kepada semua hamba Nya (tanpa terkecuali). Ayat tsb mengandung makna psikologis yang amat sangat dalam, buktinya kita sebagai manusia sering melakukan kesalahan dan lupa tapi Allah berkenan membesarkan hati kita, seolah-olah ketidakpasan sesuatu yang kita perbuat, karena kita lupa ATAU salah.
Begitupula kita sebagai manusia, sudah semestinya menebarkan cinta kasih dan sayang kepada segenap makhluk Nya.
Adapun wujudnya, dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya ialah Berkomunikasi. Ya, komunikasi merupakan alat strategis utk mendekatkan yang jauh, berbagi kabar, merekatkan ukhuwwah, sharing/curhat, menjaga keharmonisan suatu hubungan/relasi dll. Analoginya sprti orang yg sdg jatuh Cinta dan atau menjalin suatu hubungan. Tanpa komunikasi apalah arti semua itu, namun..dalam konteks relasi 'pacaran' sering-sering komunikasi itu malah tidak baik, salah satunya ialah dpt memicu kebosanan kepada pasangan nya. Ahh tapi kangen je, dia kok jarang ngehubungi aku sih? katanya cinta, kok nggak pernah nge-chat?
Hellooo.. Justru yg seperti itu lah yang namanya menjaga. Menjaga dari segalanya.
Yakinlah, akan ada saatnya sesuatu yang awal nya haram menjadi halal, yang awalnya maksiat menjadi berkah dan ibadah. Hanya orang-orang sabar yang akan menikmatinya di waktu yg tepat dan dengan org yang tepat pula.
Adapun komunikasi antar sahabt itu juga perlu. Bayangkan, jika biasanya temen kita sering mengajak kita ngobrol tiba2 ia tidak menyapa bahkan jarang ngobrol dg kita. Tentu felling kita akan mengatakan.. Duh ada apa ya..apa salahku? Kenapa dia diam tanpa kata? Hahaha. Ya maka dari itu, dalam bukunya David Golmen tentang IQ, EQ dan SQ. Ciri khas org yg mempunyai EQ baik dan tinggi ialah mereka yang ramah,peduli dan peka terhadap realitas sosial. So, yuk belajar jd orang ramah. Enak kok guys, kita akan banyak temen nya. Hehe
😃
Adapun bentuk kepedulian kita pada sahabt yang jauh disana, kita dapat menjalin hubungan dengan nya lewat HP/sosmed. Namun karena kesibukan, akhirnya hal itu menjadi pemicu miss communication. But, i believe he/she is always remember you. Klu ketemu, pasti heboh bahkan sampai nggak mau pisah lagi. Dan ketahuilah, sesuatu yang paling mendekatkan antara ribuan jarak yang berjauhan ialah seuntai doa.
Doa merupakan cara sederhana untuk mengobati rindu, mengingat namanya di pelukan Nya dan mengubah sesuatu yang awalnya mustahil menjadi mungkin terjadi karena kuasa Nya
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِير
Artinya : hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Salah satu tujuan Penciptaan manusia ialah untuk saling kenal mengenal. Dari situlah, muncul benih Kasih sayang, persaudaraan/ukhuwwah, toleransi, saling menghargai, menyayangi dan saling mendoakan antar sesama manusia. Dalam akhir Qs. Al baqarah Allah berfirman : Rabbanaa laa tuakhidznaa in nasiina au akhtha'naa.
Mengapa ayat tsb menggunakan redaksi AU bukan WA? Bukankah faktanya manusia itu tempatnya salah DAN lupa? Itulah bentuk Kasih sayang Allah yang ia curahkan kepada semua hamba Nya (tanpa terkecuali). Ayat tsb mengandung makna psikologis yang amat sangat dalam, buktinya kita sebagai manusia sering melakukan kesalahan dan lupa tapi Allah berkenan membesarkan hati kita, seolah-olah ketidakpasan sesuatu yang kita perbuat, karena kita lupa ATAU salah.
Begitupula kita sebagai manusia, sudah semestinya menebarkan cinta kasih dan sayang kepada segenap makhluk Nya.
Adapun wujudnya, dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya ialah Berkomunikasi. Ya, komunikasi merupakan alat strategis utk mendekatkan yang jauh, berbagi kabar, merekatkan ukhuwwah, sharing/curhat, menjaga keharmonisan suatu hubungan/relasi dll. Analoginya sprti orang yg sdg jatuh Cinta dan atau menjalin suatu hubungan. Tanpa komunikasi apalah arti semua itu, namun..dalam konteks relasi 'pacaran' sering-sering komunikasi itu malah tidak baik, salah satunya ialah dpt memicu kebosanan kepada pasangan nya. Ahh tapi kangen je, dia kok jarang ngehubungi aku sih? katanya cinta, kok nggak pernah nge-chat?
Hellooo.. Justru yg seperti itu lah yang namanya menjaga. Menjaga dari segalanya.
Yakinlah, akan ada saatnya sesuatu yang awal nya haram menjadi halal, yang awalnya maksiat menjadi berkah dan ibadah. Hanya orang-orang sabar yang akan menikmatinya di waktu yg tepat dan dengan org yang tepat pula.
Adapun komunikasi antar sahabt itu juga perlu. Bayangkan, jika biasanya temen kita sering mengajak kita ngobrol tiba2 ia tidak menyapa bahkan jarang ngobrol dg kita. Tentu felling kita akan mengatakan.. Duh ada apa ya..apa salahku? Kenapa dia diam tanpa kata? Hahaha. Ya maka dari itu, dalam bukunya David Golmen tentang IQ, EQ dan SQ. Ciri khas org yg mempunyai EQ baik dan tinggi ialah mereka yang ramah,peduli dan peka terhadap realitas sosial. So, yuk belajar jd orang ramah. Enak kok guys, kita akan banyak temen nya. Hehe
Adapun bentuk kepedulian kita pada sahabt yang jauh disana, kita dapat menjalin hubungan dengan nya lewat HP/sosmed. Namun karena kesibukan, akhirnya hal itu menjadi pemicu miss communication. But, i believe he/she is always remember you. Klu ketemu, pasti heboh bahkan sampai nggak mau pisah lagi. Dan ketahuilah, sesuatu yang paling mendekatkan antara ribuan jarak yang berjauhan ialah seuntai doa.
Doa merupakan cara sederhana untuk mengobati rindu, mengingat namanya di pelukan Nya dan mengubah sesuatu yang awalnya mustahil menjadi mungkin terjadi karena kuasa Nya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar