Rabu, 03 Januari 2018

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Oleh, Mukaromah Asy-Syarmidi

“Wanita harus cerdas dan mencerdaskan karena ditangannya terdapat harapan bangsa”
(KH. Ahmad Dahlan)
Setiap manusia yang “berakal” mempunyai andil, peran, dan tanggungjawab menjadi insan yang beriman dan berilmu pengetahuan. Tentu iman tidak hanya sekedar percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, akan tetapi harus termanifestasi dalam tindakan kongkrit untuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan sehingga visi misi hidup sebagai ‘ibad yang menghambakan diri kepada Nya sekaligus pengemban amanah kehidupan sebagai khalifah fil ardhi yang bertugas memakmurkan bumi dapat terealisasikan dengan baik.


Nurcholish Madjid dalam bukunya mengatakan bahwa wujud manusia yang beriman adalah senantiasa memberikan perlindungan dan rasa aman kepada orang lain (NDP HmI re-interpretasi Iman dalam pendekatan sosial). Hal ini senada dengan ngendikanipun Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) “Jadilah orang yang bisa membuat orang lain bersyukur ada dirimu, merasa aman ketika berada di dekatmu, percaya dan mempercayakan segalanya kepada dirimu”.

Karena yang terpenting dalam beragama ialah ketika mampu mengimplementasikan serta menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya srawung dengan cara BER-ORGANISASI.

Dan Kelak, akan ada hari dimana kita berkata kepada anak-anak kita “nak ini foto ibu dulu pas jaman masih muda”. Hahaha’
Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) adalah ladang berprosesku. Berusaha mewujudkan tujuan HmI yakni “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhai Allah SWT”.

HmI bukanlah milik orang NU, bukan pula milik orang Muhammadiyah apalagi HTI dan PERSIS tapi HmI bersifat independent yang tidak mempersoalkan NU, Muhammadiyah atau yang lainnya. Karena HmI berdiri atas semua golongan. Dan di organisasi ini aku belajar bagaimana hidup dalam berbagai macam warna dan sisi-sisi yang berbeda. Aku sadar bahwa selamanya tidak akan pernah bisa hidup dalam satu warna. Ibarat sebuah musik, jika hanya ada gitar saja tentu tidak akan indah dan berirama melodi-nya, namun jika ditambah dengan bass, piano, suling pasti akan lebih indah dan berkesan. Seperti Itulah hakikat kehidupan. Ingat gaes, kita berada di konteks multikultural dalam berbagai lini kehidupan. Sehingga mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan adalah rahmat. Dan jangan pernah membatasi diri untuk terus menelaah, mengeksplore dan memahami setiap alur cerita Tuhan yang di gariskan dalam kehidupan kita. HmI mengajarkan pula kepada ku untuk senantiasa melihat sesuatu dengan cara pandang yang dalam dan luas, alias jangan buru-buru untuk menyimpulkan suatu hal apalagi menjudge bahwa dirinya yang “paling” benar.

Yakinkan dengan Iman,
Usahakan dengan Ilmu,
Sampaikan dengan Amal,
Yakin. Usaha. Sampai (Qs. An Najm ayat 39-41

Tidak ada komentar:

Posting Komentar