SIPIRIT PEREMPUAN DALAM BINGKAI PENDIDIKAN ISLAM
(Happy Woman’s Day 8 MARET 2018)
Oleh : Mukaromah Asy Syarmidi
“Laki-laki sukses dapat dilihat dari 2 hal, yang pertama siapa
ibunya dan kedua siapa istrinya” (Umar Bin Khattab RA)
Wanita merupakan tonggak peradaban bangsa. Dalam sejarah Indonesia
kita mengenal Ibu Kartini (sosok wanita hebat) yang memperjuangkan hak-hak
perempuan dalam sektor publik baik dalam hal bersosialisasi, berpendapat, ekonomi
maupun pendidikan. Beliau-lah yang menyadarkan kaum hawa untuk bangkit dari
keterpurukan dan penindasan menuju jalan pembebasan yang “independent”. Bebas
dalam berpikir, bertindak dan mempunyai kesempatan dan peluang yang sama seperti
laki-laki untuk berkancah dalam ruang publik.
Jalan yang pertama kali ditempuh oleh RA.Kartini ialah dengan
melalui “Pendidikan”. Karena pendidikan merupakan salah satu alternatif untuk
mengolah akal dan hati agar selalu dekat dengan Tuhan-nya, menyatu dengan alam
dan peka terhadap realitas sosial. Senada dengan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003
bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia agar memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sejak RA Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan terutama dalam
hal pendidikan, sejak saat itulah wanita Indonesia mempunyai kesadaran bahwa
ditangannya terdapat harapan bangsa. Sehingga wanita harus cerdas dan
mencerdaskan. Artinya, sebelum wanita mencerdaskan yang lain terlebih dahulu
wanita harus “cerdas” (read : mencerdaskan dirinya sendiri) dengan “belajar/ngangsu kawruh” agar
memiliki science, knowledge, skill, best attitude dan qalbun salim.
Hal tersebut dapat digali, diolah dan dikembangkan dengan
senantiasa membuka cakrawala dalam segala hal. Sebagaimana wahyu yang pertama
kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ialah perintah untuk belajar (menuntut
ilmu). Agama Islam sangat menjunjung tinggi “Ilmu”, sehingga orang yang beriman
nan ber-ilmu mempunyai kedudukan yang istimewa dihadapan Tuhan (Qs. Al
Mujadalah ayat 11). Bahkan dalam kitab ala-ala disebutkan “fa inna faqihan
wahidan mutawarri’a, asyaddu ‘ala asy-syathani min alfi ‘abidi”, bahwa seorang
yang faqih (berilmu) lebih ditakuti syaithan daripada 1000 orang yang ahli
ibadah tanpa didasari dengan ilmu”.
Begitu pula dengan wanita, wanita harus haus akan ilmu dan
pengetahuan karena ia akan melahirkan spies yang kelak akan menjadi generasi
penerus ummat dan bangsa. Penulis teringat quote yang dulu pernah ditulis oleh
Dian Sastrowardoyo bahwa “Entah kelak menjadi ibu rumah tangga atau wanita karier
namun yang jelas wanita harus berpendidikan”. Kata “berpendidikan” penulis
memberikan tafsiran yakni “senantiasa belajar dan menjadi pembelajar dalam
segala lini kehidupan”. Karena belajar tidak dibatasi dalam lingkup
strata/marhalah (S1, S2, S3 dll/lingkup formal) namun yang lebih dari itu ialah
bagaimana mengambil inspirasi dari al qur’an untuk dijadikan sebagai spirit
untuk terus semangat belajar dan self continous improvement. Dengan wanita
memiliki kecerdasan (IQ, EQ dan SQ) maka ia akan dapat mendidik anak bi
tarbiyatin hasanatin, sesuai dengan Qs. Al A’raf ayat 58 bahwa tanah ibarat
wanita dan bibit ibarat laki-laki. Jika tanahnya baik, meski bibitnya kurang
baik maka akan tumbuh tanaman yang baik. Sebaliknya apabila bibitnya baik
ditanam ditanah yang gandus, gersang dan kering maka tanamannya tidak akan
tumbuh dengan baik. Apalagi kalau tanah dan bibitnya baik, insyaAllah
tanamannya pun akan baik. Artinya, perempuan dapat mempengaruhi segala hal. Hal
ini dapat dilihat dari berbagai macam kisah, yakni Thomas Alfa Edison. Dibalik sosok
beliau yang luar biasa, tentunya ada wanita hebat yang luar biasa pula, yakni
ibunya. Ibu-nya lah yang selalu meyakinkan dia bahwa dia hebat dan merupakan
anak cerdas meski pada saat itu Thomas di DO (drop out) dan di
justifikasi oleh guru nya bahwa ia merupakan anak bodoh, sehingga guru-gurunya
tidak sanggup lagi mendidiknya. Dibalik kisah Sukses Motivator Islam terkenal
Dr. Ibrahim El Fikky, ada seorang wanita hebat yakni istrinya yang senantiasa
mensupport dan mendoakan beliau hingga pada akhirnya beliau menjadi manager
hotel berbintang 5 saat sebelumnya menjadi cleaning service disebuah
hotel.
Di Indonesia misalnya, kita mengenal sosok BJ. Habibi yang luar biasa
dan pasti dibelakangnya ada sosok hebat pula yakni Ibu Ainun, bahkan sangat
banyak contoh-contoh lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, salah
satunya ialah kisah dari pembaca sendiri. Anda hebat, karena istri anda dan atau
ibu anda.!
Sudah saat-nya kaum wanita berkarya, mengeksplore diri dengan terus
menjajaki berbagai macam pengalaman dan pelatihan serta memperluas cakrawala
berpikir dengan membaca, menganalisis, beretorika, berdialektika dan berdiskusi.
Saat diri kita lelah dan penat dalam belajar, ingatlah bahwa “anak-anak kita kelak berhak terlahir dari rahim wanita yang cerdas dan mencerdaskan”! Motivasi
penulis satu, karena IBU. Doakan semoga beliau sehat selalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar