Sabtu, 04 November 2017


AKSI KEBANGSAAN DAN PERINGATAN SUMPAH PEMUDA DI MANDALA KRIDA
Oleh : S. Mukaromah*

 
 Peringatan Sumpah Pemuda dan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi se-DIY melawan Radikalisme diselenggarakan pada Sabtu (28/10/2017) di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Turut hadir berbagai tamu penting yakni  Sri Sultan Hamengkubuwono X, Rektor perguruan tinggi se-DIY beserta jajaran dan dosen,polisi dan aparat berserta jajaran instansi pemerintahan.

Tujuan diselenggarakan upacara kebangsaan ini untuk mempertegas sikap kebangsaan Perguruan Tinggi di DIY dengan bersama-sama melawan radikalisme dan intoleransi serta memperkokoh tegaknya Pancasila. Karena tak bisa dipungkiri bahwa kampus dan institusi perguruan tinggi merupakan sarana strategis untuk menumbuhkembangkan paham radikalisme agama. Untuk itu, upacara kebangsaan yang bertepatan dengan momen sumpah pemuda ini diadakan untuk pertama kalinya dengan mengikutsertakan seluruh elemen dan institusi di berbagai universitas se-DIY.

Sumpah Pemuda merupakan mu’jizat yang diperoleh pemuda kepada bangsa Indonesia, oleh karena itu sudah sepatutnya harus disyukuri dan dijadikan  cambuk semangat bagi generasi muda saat ini untuk berkarya nyata dan berkontribusi bagi kemajuan dan peradaban bangsa. “Marilah kita bersama-sama menjaga NKRI serta berjuang dalam bidang (passion) kita masing-masing dan bekerja keras demi persatuan, kesatuan dan kemakmuran NKRI, NKRI harga Mati”, ujar Prof. Dr. KH. Yudian Wahyudi (Rektor UIN Jogja).

Tak hanya itu, inspektur upacara kebangsaan ini dipimpin langsung oleh Sri Sultan HB X. Dalam pidatonya, beliau menekankan kepada rakyat indonesia untuk mensyukuri lahirnya sumpah pemuda yang mana hal itu merupakan sumbangsih luar biasa dari generasi muda. Di akhir pidatonya, beliau berpesan kepada generasi muda untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta merefleksikan hakikat sumpah pemuda dan mengaplikasikannya dalam kehidupan saat ini, yakni berjuang dan belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat menoreh sejarah baru dan tinta emas bagi bangsa Indonesia.

Upacara kebangsaan ini terlaksana sukses karena peran dan kerjasama dari berbagai pihak, diantaranya masing-masing universitas mengirimkan delegasi untuk menjadi panitia kegiatan. Berdasar penuturan dari salah satu panitia (Mubarok, Janabadra) jumlah seluruh panitia kegiatan ini sebanyak 180 orang yang terdiri dari berbagai universitas diseluruh DIY, baik negeri maupun swasta. Harapan kami, setelah acara ini selesai dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan dapat menerima segala perbedaan yang ada, karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup dengan berbagai macam ras, warna, suku dan agama yang berbeda-beda, imbuh Mubarok.

Apresiatif yang tinggi juga diungkapkan oleh Deshandra Yusuf (Ahwal Asy-Syakhsiyyah, 2015) : "dahulu, musuh kita adalah penjajah, kita mudah untuk memeranginya tinggal dikasih tombak saja mereka menyerah, berbeda dengan sekarang yang kita hadapi adalah bangsa kita sendiri yakni melawan Radikalisme yg semakin merongrong ideologi pancasila".

Upacara ini ditutup dengan doa dan ikrar deklarasi kebangsaan yang diikuti oleh seluruh peserta upacara, isi deklarasi itu adalah
  1. 1 Ideologi yakni Pancasila
  2. 1 Konstitusi yakni UUD 1945
  3. 1 Negara yakni NKRI
  4. 1 Semboyan yakni Bhineka Tunggal Ika
  5. 1 Tekad yakni Melawan radikalisme dan intoleransi
“Upacara kebangsaan dan peringatan sumpah pemuda ini sangat edukatif, akan tetapi kedepannya harus di tertibkan dan di sistemasiskan lagi, baik dari segi penataan peserta, waktu maupun sarana prasarana termasuk disediakan tempat shalat yang lebih memadai, mengingat ini nanggung waktu shalat ashar”, ujar Latif, Mahasiswa Teknik Elektronik UNY.

*Mahasiswi PAI 2015, Reporter LAPMI HmI Komisariat Tarbiyah, LPM Paradigma, EXACT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, JQH Al Mizan UIN, Pemuda Inti Anti Narkoba, PLD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar