Kamis, 21 September 2017



SEMARAK LOMBA 17-an di KAMPOENG DOBALAN, TIMBULHARJO SEWON BANTUL
Oleh : Mukaromah, Dobalan Timbulharjo Sewon Bantul

Dalam rangka menyemarakkan kemerdekaan R1 yang -72 Warga kampung Dobalan, Timbulharjo sewon Bantul melakukan kerja bakti bersama. Kegiatan tersebut bertujuan agar kampung terlihat indah, rapi, bersih dan enak dipandang mata. Hal ini sebagai implementasi dari manifestasi orang yang cinta kebersihan. Sebagaimana maqalah mengatakan an nadzafatu minal iman, yang artinya kebersihan sebagian dari iman.
Gambar 1 : Foto kerja bakti bersama
Kerja bakti/gotong royong dapat mempererat pasuduluran, kekeluargaan dan kebersamaan. Sesuatu yang awalnya sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan jika dikerjakan bersama-sama. Dan ini merupakan bentuk rasa cinta dan peduli warga terhadap agama, masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Agama mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong, mempererat tali persaudaraan sebagaimana dalam Qs. Al Maidah : 2
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
(Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya). Agama juga menganjurkan kepada kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, termaktub dalam Qs. Al Baqarah : 148
هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
(..... berlomba-lomba lah dalam kebaikan).
Tak hanya itu, agama pun memerintahkan kepada kita untuk cinta kebersihan dan peduli terhadap lingkungan (lihat Qs. Ar Rum :  41-42).
Berbicara mengenai Kemerdekaan, hal itu tidak hanya diperuntukkan bagi sebuah negara, akan tetapi juga untuk masyarakat/desa. Masyarakat merupakan sekumpulan orang yang berada dalam suatu wilayah yang mempunyai visi misi dan tujuan yang sama untuk mencapai kemaslahatan bersama yakni membangun suatu tatanan yang adil, makmur dan diridhai Allah SWT. Visi misi yang sama itu terletak pada keinginanan untuk memperoleh rasa aman dan nyaman dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan aktivitas, yakni diantaranya :
Pertama, Nyaman dalam bertempat tinggal. Setiap warga berhak mendapatkan jaminan keamanan bertempat tinggal di rumahnya masing-masing ketika berada dalam suatu masyarakat. Begitu pula ketika warga tersebut memperoleh gangguan atau ketidaknyamanan lain nya saat berada dalam rumahnya, maka warga yang lain (read : tetangga)  mempunyai kewajiban untuk melindungi nya. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW yang mengatakan harus saling menghormati dan menjaga tetangga nya. Dan iman seseorang belum lah dapat dikatakan sempurna manakala belum mencintai saudara nya (tetangga/orang lain) seperti mencintai dirinya sendiri.
Kedua, Nyaman dalam beribadah.
Ketiga, Nyaman dalam bersosialisasi dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan dan  berbagai macam aktivitas.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menganugrahkan kemerdekaan bagi Indonesia, masing-masing daerah mempunyai cara, ide dan bentuk yang berbeda-beda untuk menyemarakkan kemerdekaan tersebut, termasuk di desa Dobalan Timbulharjo Sewon Bantul.
Tahun 2017 ini KMM ( Karya Muda Mandiri) Dobalan mengadakan berbagai macam lomba yang di ikuti oleh semua anak-anak kecil dobalan. Ya, tak lain dan tak bukan mereka lah re-generasi muda/i dobalan selanjutnya. Lomba tersebut diantara nya : Makan krupuk, lari marathon, balap karung dll. Lomba marathon tahun ini didesain berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya, yakni lebih edukatif dan berkualitas. Siapa yang cepat dan tepat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh koordinator marathon ya dialah yang akan cepat sampai digaris finish. Sehingga anak-anak tidak hanya dilihat dari aspek psikomotor (kecepatan berlari) akan tetapi juga ditekankan aspek kognitif (menjawab pertanyaan).
Kami berharap dengan adanya berbagai lomba ini dapat merekatkan hubungan antara muda/i dengan anak-anak pada umumnya serta besar harapan semoga lomba ini dapat menarik antusias dan mengajak anak-anak untuk bersama-sama mensukseskan acara 17-an sebagai wujud cinta kepada desa dan NKRI, ujar Irman Hari Rustaman (ketua KMM)
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh semua elemen muda-mudi dan anak-anak di desa Kampung Dobalan. Betapapun itu, semangat nasionalisme harus selalu dipupuk dan dikuatkan dengan berbagai macam hal, salah satunya dengan menyanyikan lagu kebangsaan.
Perlombaan dimulai tepat pada pukul 08.30 WIB, dan diawali Lomba lari marathon dengan rute mengeliling desa Dobalan Timbulharjo Sewon Bantul.
Setelah Lomba Marathon berakhir, dilanjutkan lomba yang kedua, yakni Makan krupuk.
IMG_20170813_083349_HDR.jpg
Gambar : Lomba Makan Krupuk.
Antusias dan semangat mereka menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah milik kita serta harus kita pertahankan dan mengisi nya dengan hal-hal yang bermanfaat. Karena anak muda mempunyai peran sentral dalam membangun dan mengembangkan laju perekonomian, pendidikan, industri, dakwah serta pembangunan negara. Hal itu karena anak muda memiliki kekuatan (power), kehendak (will), semangat (ghirah) dan ‘azam bak lapisan baja yang lebih kuat dari sekedar besi yang tak terawat.
IMG_20170817_093253_HDR.jpg
Gambar : Semangat pemudi untuk menjadi garda terdepan Indonesia
Benar ungkapan bahwa dibalik keberhasilan seseorang, pasti ada wanita dibelakangnya. Begitu pula dengan kesuksesan acara 17-an Kampung Dobalan, semua tidak terlepas dari peran dan dukungan wanita (read : pemudi). Bersatu bahu membahu untuk bersama-sama membangun desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur serta merealisasikan cita-cita desa Dobalan bagi kemaslahatan bersama.
Selain lomba-lomba diatas, yang tidak kalah menariknya adalah lomba untuk pemuda dan pemudi. Lomba tersebut ialah Gebuk Bantal (pemuda) dan lomba masak untuk pemudi. Hal itu karena adanya rasa memiliki yang kemudian termanifestasikan dengan berbagai macam lomba yang bervariasi sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah karena telah di anugrahkan hidup di Negara yang luar biasa sekaligus di desa yang amat sangat damai loh jinawe.
IMG_20170817_105639_HDR.jpg
Gambar : Foto hasil masakan pemudi Desa Dobalan.
Setelah acara masak-masak selesai, kini tiba saat nya lomba Gebuk Bantal dimulai.
 
Betapa asyik nya perlombaan ini. Ada banyak hal yang dapat kita petik dari berbagai perlombaan tahun ini. Lomba masak misalnya, : Yakni melatih kekompakan, kebersamaan, olah rasa ( karena kalau masak tidak makai perasaa  rasa masakan nya menjadi hambar), selain daripada itu mengingatkan kepada wanita diseluruh Indonesia, secerdas, sehebat apapun wanita bahkan berpendidikan tinggi sekalipun jangan pernah melupakan kodrat nya sebagai seorang wanita yang kelak akan menjadi istri sekaligus ibu di keluarganya. Maka dari itu, memasak adalah sesuatu yang paling penting untuk dipersiapkan sejak sekarang. Agar kelak tidak kaget saat sudah berumah tangga. Betapapun itu, wanita haruslah menjadi figure keteladanan bagi anak-anak indonesia. (penulis juga sedang belajar memasak) hehe....
Adapun moral value dari perlombaan Gebuk bantal ialah mengajarkan kepada kita untuk tetap semangat dan gigih dalam memperjuangkan sesuatu. Hal ini bisa dilihat, ketika si A di pukul oleh si B, jika ia tidak gigih dan semangat dalam mempertahankan tubuhnya, maka ia dengan mudah nya terjebur di kali.
Manusia dibekali Allah dengan instrumen yang luar biasa, sudah seharusnya kita syukuri. Adapun wujud syukur itu dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya ialah Semangat dalam berbagai hal, termasuk dalam mengarungi kehidupan ini. Senantiasa berbuat baik kepada siapapun tanpa mendiskriditkan golongan lain.
Lihatlah, mereka bersatu, tertawa bersama, menikmati meriahnya 17-an Agustus di desa tercinta. Bersatu merupakan cara yang luar biasa untuk mensyukuri anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Dan karena bersatu itulah, Kemerdekaan Indonesia kita dapat (Indonesia merdeka, karena semua rakyat bersatu serta tidak membeda-bedakan ras, agama, suku, etnis, dan budaya). Indahnya Desa, Indahnya Indonesia. Ini Milik Kita, BUNG ! PERTAHANKAN
Pembagian hadiah di laksanakan pada tanggal 17 Agustus malam yang dihadiri oleh tokoh Desa Dobalan, yakni : Ketua RT 03(Bp. Murtijan), Ketua RT 04 (Bp. Ervan Ari Wibowo) Ketua RT 05 (Bp. Sriyanto) , Dukuh Dobalan (Bp. Ali Arifin), Bp. Takmir Masjid Dobalan (Bp. Alimuddin), Bpk. KH. Khozin FA, Bp. R. Wahib FA dan semua element masyarakat desa dobalan (ibu-ibu PKK, Dasawisma, dsb) sembari pentas seni dan harlah Karya muda mandiri Dobalan Timbulharjo Sewon Bantul.
Mari kita menilik sejarah kemerdekaan Indonesia,Indonesia merdeka karena adanya rasa persatuan dan kesatuan dari berbagai macam etnis, ras, suku, agama, dan budaya. Semuanya bersatu dan berseru MERDEKA. Dan yang tidak kalah pentingnya ialah peran pemuda amat mendominasi perjuangan Indonesia,
Begitu hal nya dengan rasa persatuan dan kesatuan haruslah selalu dipupuk dan dieratkan. Kita tahu bahwa Indonesia merdeka karena peran pemuda yang mempunyai kesadaran dan inisiatif untuk bersatu dan bersama-sama melawan penjajah. Konggres pemuda I tidak menghasilkan keputusan apa-apa karena pada saat itu, masing-masing daerah masih mengedepankan egonya dan memperjuangkan golongannya sendiri-sendiri. Ada Jong Java, jong Sumatra dsb mereka masih terapaku dengan kepentingan kedaerahan, padahal hal itu hanya akan menghambat kebersamaan antar suku dan golongan. Akhirnya, konggres pemuda II dilaksanakan dan menghasilkan keputusan yang amat sangat menguntungkan Indonesia, yakni semua pemuda bersatu menyamakan persepsi dan sadar bahwa mereka selama ini hanya dijadikan sebagai tumbal untuk memperpecah belah persatuan dan kesatuan yang pada akhirnya berimplikasi pada sulitnya mendapatkan kemerdekaan Indonesia. Konggres Pemuda II menghasilkan keputusan sumpah pemuda yang mengakui akan persamaan bahasa yakni bahasa Indonesia, tanah air dan bangsa yang satu yakni Indonesia.
Hikmah dari konggres II yang dapat kita tauladani ialah, kepentingan golongan dan atau pribadi dihilangkan, diganti dengan kepentingan bersama yakni dengan bersatu puntuk melawan penjajah. Kita belajar dari sejarah, bahwa untuk membangun suatu tatanan organisasi yang kuat atau dalam hal ini untuk membangun desa yang besar dan bijaksana, harus ada sinergisitas dan kerjasama antar berbagai pihak. Dalam islam kita mengenal umat muslim bagaikan satu bangunan, ketika tiang (penyangga bangunan) tersebut roboh, maka robohlah dan hancurlah bangunan tersebut. Begitu hal nya dengan organisasi. Organisasi ibarat sebuah sistem. Ketika satu sistem tidak berjalan dengan baik, maka akan menghambat kinerja sistem yang lain.
Oleh karena itu, kami Pemuda Pemudi Desa Dobalan berusaha selalu menjaga kekompakkan, kebersamaan, solidaritas dan chemistry guna merealisasikan visi misi organisasi yakni terciptanya tatanan organisasi yang berkualitas lahir maupun batin dengan harapan menciptakan kemaslahatan ummat dan membangun desa yang nyaman, aman tentram dan damai. Kunci dari itu semua ialah sikap arif dan bijaksana dalam menanggapi suatu problem sosial dan dalam mengambil tindakan dan keputusan. Tak kalah pentingnya pun juga harus di landasi kepekaan terhadap realitas sosial serta harus ada rasa saling memiliki. Jika rasa memiliki itu ada, maka orang akan mempunyai kesadaran bahwa ia membutuhkan suatu wadah untuk mengekspresikan keinginan nya yang kemudian mendorong nya untuk berbuat sesuatu dan berusaha menjadi insan paripurna yang dapat memberikan manfaat bagi orang-orang disekelilingnya.
Sejauh apapun kita melangkah, jangan pernah lupakan desa tempat tinggal kita. Desa yang telah mengajarkan kita banyak hal, menyadarkan kita bahwa kita punya peran dan tanggungjawab untuk membangun, memajukan serta mensejahterakan desa agar lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya, semampu kita. BERSAMA KITA BISA.!
MERDEKAAAAA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar