PRA KONFERCAB PC IPNU IPPNU KABUPATEN BANTUL GELAR PELATIHAN
JURNALISTIK
Oleh : S. Mukaromah, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sewon
Bantul - Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Bantul menggelar pelatihan
jurnalistik pada hari Ahad (17/09/17) di Aula PC IPNU IPPNU Kabupaten Bantul,
jalan Marsda Adi Sudjipto No. 45 Bantul, Yogyakarta.
Pelatihan
jurnalistik ini di ikuti oleh seluruh pelajar Bantul yang dimulai pukul
08.30 – 12.30 WIB, adapun rangkaian acara tersebut pertama menyanyikan mars
IPNU IPPNU dengan dirjen Nur Istiana (20), kemudian dilanjut acara sambutan
oleh Amin Khatimah (24), selaku Ketua panitia pelatihan jurnalistik.
PC IPNU IPPNU menghadirkan pemateri yang berkompeten dalam bidang tulis
menulis. Pemateri pertama adalah Aguk Irawan, seorang sastrawan nan penulis
best seller. Beliau menyampaikan bahwa menulis merupakan sesuatu yang urgent
dalam kehidupan manusia. Dengan menulis, maka manusia ada. Karena menulis
merupkan ladang beramal yang tiada habisnya, seperti hal nya gajah mati
meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan tulisan. Sejatinya, tulisan
merupakan luapan emosi dan manifestasi jiawa seseorang, karena dengan menulis
manusia bebas menuangkan apapun yang ada dalam benaknya sebagaimana kata
sastrawan ulung : “Jika teriakanmu tidak didengar orang, maka menulislah
sebagai luapan emosi dari kegundahanmu”.
Aguk Irawan berpesan kepada peserta pelatihan bahwa menulis harus istiqamah. Luangkan waktu untuk menulis, meskipun sebentar tapi continue itu lebih baik. Waktu yang enak untuk menulis adalah pagi hari, karena otak masih fresh dan ide-ide cemerlang akan mudah didapat sembari mengamati hijaunya alam di pagi hari. Beliau juga menekankan penting nya seseorang mengenali dirinya sendiri (self confidence). Dengan percaya diri dan yakin akan kemampuan yang dimilikinya, maka manusia akan hebat. Begitu halnya dengan bakat menjadi penulis.
Setiap manusia berpotensi menjadi penulis, tergantung dari seberapa optimal dia menggali dan mengembangkan potensi tersebut. Bakat akan senantiasa melekat dalam diri manusia yang punya kemauan (will), keinginan dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan sesuatu hal, termasuk menghasilkan sebuah karya yang berbentuk tulisan. Berjuang dan berproses merupakan suatu hal yang harus ditempuh manusia untuk menemukan rencana Tuhan yang ada dalam dirinya.
Aguk Irawan berpesan kepada peserta pelatihan bahwa menulis harus istiqamah. Luangkan waktu untuk menulis, meskipun sebentar tapi continue itu lebih baik. Waktu yang enak untuk menulis adalah pagi hari, karena otak masih fresh dan ide-ide cemerlang akan mudah didapat sembari mengamati hijaunya alam di pagi hari. Beliau juga menekankan penting nya seseorang mengenali dirinya sendiri (self confidence). Dengan percaya diri dan yakin akan kemampuan yang dimilikinya, maka manusia akan hebat. Begitu halnya dengan bakat menjadi penulis.
Setiap manusia berpotensi menjadi penulis, tergantung dari seberapa optimal dia menggali dan mengembangkan potensi tersebut. Bakat akan senantiasa melekat dalam diri manusia yang punya kemauan (will), keinginan dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan sesuatu hal, termasuk menghasilkan sebuah karya yang berbentuk tulisan. Berjuang dan berproses merupakan suatu hal yang harus ditempuh manusia untuk menemukan rencana Tuhan yang ada dalam dirinya.
Aguk Irawan berharap kepada generasi muda Indonesia, khususnya pelajar
Bantul agar senantiasa melek literasi. Bagaimana mungkin seseorang akan
menyajikan tulisan yang bagus, padahal ia tidak rajin membaca? Indonesia
merupakan negara yang mempunyai kualitas literasi rendah dibanding dengan
negera-negara lain di dunia. Salah satu sebabnya karena kurang adanya rasa memiliki
minimnya kesadaran bahwa manusia adalah makhluk intelektual. inilah yang
menjadi persoalan bangsa yang harus segera diatasi oleh semua elemen
masyarakat, karena untuk membangun masyarakat yang haus literasi perlu adanya
sinergisitas dari berbagai pihak.
Tidak ada
penulis hebat yang menganggur. Semua penulis mempunyai pekerjaan pokok serta
rutinitas untuk membangun dan menggerakkan masyarakat. Tan Malaka, Buya Hamka,
W.S. Rendra, Asma Nadia, Habiburrahman el Shirazy, Ahmad Fuadi, Paulo Choelho
dll, mereka adalah penulis hebat yang aktif dimana-mana, sehingga menjadi
penulis tidak lah hanya diam di kamar sambil membaca buku dan mengetik, jelas
hal itu hanya akan membuntukan ide yang pada akhirnya berimplikasi pada
sulitnya untuk menulis, ujar Aguk Irawan.
PC IPNU IPPNU
juga menghadirkan pemateri Fatkhul Anas dari Majalah Bangkit DIY. Dalam
materinya, beliau menyampaikan tata cara penulisan artikel dan teknis-teknis
jurnalistik kemudian latihan langsung membuat berita. Untuk menjaga eksistensi
NU kita pun juga harus melek media, ujar Anas. Semoga pelajar IPNU IPPNU
dapat bersama-sama megeksiskan media NU salah satunya membuat liputan berita
ketika ada acara di PAC masing-masing, lalu dipublikasikan di medsos dan
dikirim di majalah bangkit DIY maupun NU Online. Karena untuk membangun tatanan
organisasi yang besar dan kuat dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk
IPNU IPPNU, tambahnya.
Pelatihan ini
bertujuan untuk membangkitkan semangat menulis dan menggerakkan budaya literasi
dikalangan Pelajar Bantul dan kami berharap setelah acara ini berakhir, peserta
pelatihan dapat menghasilkan karya. Dengan berjuang, bertaqwa, berkarya dan
berprestasi kelak dapat menjadi penulis-penulis hebat yang expert dibidangnya,
ujar Miqdam Musawwa (Wakil Ketua PC IPNU Bantul).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar