Selasa, 20 April 2021

SPIRIT PEREMPUAN DALAM BINGKAI PENDIDIKAN ISLAM

 SPIRIT PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Mukaromah Zain Asy-Syarmidi, S.Pd., C.STMI

Laki-laki sukses dapat dilihat dari 2 hal, yang pertama siapa ibunya dan kedua siapa istrinya”(Umar Bin Khattab RA)

Perempuan merupakan tonggak peradaban bangsa. Dalam sejarah Indonesia kita mengenal ibu kartini yang memperjuangkan hak-hak perempuan dalam sektor publik baik dalam hal bersosialisasi, berpendapat, ekonomi maupun pendidikan. Beliau-lah yang menyadarkan kaum hawa untuk bangkit dari keterpurukan dan penindasan menuju jalan pembebasan yang “independent”. Bebas dalam berpikir, bertindak dan mempunyai kesempatan dan peluang yang sama seperti laki-laki untuk berkancah dalam ruang publik. Jalan yang pertama kali ditempuh oleh RA.Kartini ialah dengan melalui “Pendidikan”. Karena pendidikan merupakan salah satu alternatif untuk mengolah akal dan hati agar selalu dekat dengan Tuhan-nya, menyatu dengan alam dan peka terhadap realitas sosial. Senada dengan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sejak RA Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan terutama dalam hal pendidikan, sejak saat itulah perempuan Indonesia mempunyai kesadaran bahwa ditangannya terdapat harapan bangsa. Sehingga perempuan harus cerdas dan mencerdaskan. Artinya, sebelum perempuan mencerdaskan yang lain terlebih dahulu perempuan harus “cerdas” (read : mencerdaskan dirinya sendiri) dengan “belajar/ngangsu kawruh” agar memiliki science, knowledge, skill, best attitude dan qalbun salim. 

Hal tersebut dapat digali, diolah dan dikembangkan dengan senantiasa membuka cakrawala dalam segala hal. Sebagaimana wahyu yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ialah perintah untuk belajar (menuntut ilmu). Agama Islam sangat menjunjung tinggi “Ilmu”, sehingga orang yang beriman nan ber-ilmu mempunyai kedudukan yang istimewa dihadapan Tuhan (Qs. Al Mujadalah ayat 11). Bahkan dalam kitab ala-ala disebutkan “fa inna faqihan wahidan mutawarri’a, asyaddu ‘ala asy-syathani min alfi ‘abidi”, bahwa seorang yang faqih (berilmu) lebih ditakuti syaithan daripada 1000 orang yang ahli ibadah tanpa didasari dengan ilmu”. 

Demikian halnya dengan perempuan, harus haus akan ilmu dan pengetahuan karena ia akan melahirkan spies yang kelak akan menjadi generasi penerus ummat dan bangsa. Saya teringat quote yang dulu pernah ditulis oleh Dian Sastrowardoyo bahwa “entah kelak menjadi ibu rumah tangga atau perempuan karier namun yang jelas perempuan harus berpendidikan”. Kata “berpendidikan” saya tafsirkan degan “senantiasa belajar dan menjadi pembelajar dalam segala lini kehidupan”. Karena belajar tidak dibatasi dalam lingkup strata/marhalah (S1, S2, S3 dll/lingkup formal) namun yang lebih dari itu ialah bagaimana mengambil inspirasi dari al qur’an untuk dijadikan sebagai spirit untuk terus semangat belajar dan self continous improvement.

Dengan perempuan memiliki kecerdasan (IQ, EQ, CQ dan SQ) maka ia akan dapat mendidik generasinya bi tarbiyatin hasanatin, sesuai dengan Qs. Al A’raf ayat 58 bahwa tanah ibarat perempuan dan bibit ibarat laki-laki. Jika tanahnya baik, meski bibitnya kurang baik maka akan tumbuh tanaman yang baik. Sebaliknya apabila bibitnya baik ditanam ditanah yang gandus, gersang dan kering maka tanamannya tidak akan tumbuh dengan baik. Apalagi kalau tanah dan bibitnya baik, insyaAllah tanamannya pun akan baik. Artinya, perempuan dapat mempengaruhi segala hal. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam kisah, yakni Thomas Alfa Edison. Dibalik sosok beliau yang luar biasa, tentunya ada perempuan hebat yang luar biasa pula, yakni ibunya. Ibu-nya lah yang selalu meyakinkan dia bahwa dia hebat dan merupakan anak cerdas meski pada saat itu Thomas tidak bersekolah formal (di-DO oleh gurunya). Dibalik kisah sukses motivator Islam terkenal Dr. Ibrahim El Fikky, ada seorang perempuan hebat yakni istrinya yang senantiasa mensupport dan mendoakan beliau hingga pada akhirnya beliau menjadi manager hotel bintang 5 saat sebelumnya menjadi cleaning service disebuah hotel.

di Indonesia misalnya, kita memiliki tokoh besar yg di jadikan rolemodele dunia, yakni Alm. BJ. Habibi yang luar biasa dan pasti dibelakangnya ada sosok perempuan hebat pula yakni Ibu Ainun, bahkan sangat banyak contoh-contoh lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Untuk itu, kaum perempuan harus berkarya, mengeksplore diri dengan terus menjajaki berbagai macam pengalaman dan pelatihan serta memperluas cakrawala berpikir dengan membaca, menganalisis, beretorika, berdialektika dan berdiskusi. Saat diri lelah dan penat dalam belajar, ingatlah bahwa “anak-anak kelak berhak terlahir dari rahim wanita yang cerdas dan mencerdaskan”!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar